Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anggaran Seret, 175 Pasukan Kuning di Kota Batu Dirombak

R
GARDA TERDEPAN: Salah seorang tenaga kebersihan memilah sampah di Alun-Alun Kota Wisata Batu kemarin (31/8). (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)
GARDA TERDEPAN: Salah seorang tenaga kebersihan memilah sampah di Alun-Alun Kota Wisata Batu kemarin (31/8). (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)

Advertisement

BATU, RADAR BATU - Penambahan personel kebersihan di Kota Batu belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Penyebabnya keterbatasan anggaran. Pemkot Batu memilih merombak distribusi 175 personel. Terdiri atas 115 petugas penyapu jalan dan 60 petugas armada pengangkut sampah. Langkah itu dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan di lapangan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan mengatakan, jumlah personel saat ini masih tergolong cukup untuk menangani aktivitas kebersihan harian. Namun, jumlah tersebut kerap kewalahan ketika Kota Batu menggelar event besar yang menghasilkan sampah dalam jumlah tinggi.

“Secara jumlah dirasa cukup. Hanya saja memang perlu lebih ditingkatkan skalanya, baik dari sisi kemampuan, pengetahuan, maupun tata kelola kerja yang lebih sistematis,” paparnya. Menurut Dian, kondisi anggaran daerah belum memungkinkan untuk merekrut tenaga tambahan.

Karena itu, optimalisasi personel yang ada menjadi pilihan untuk menjaga pelayanan kebersihan tetap berjalan. Dian menyebut perlu ada alokasi ulang dan penyesuaian di sistem shifting. Redistribusi dilakukan dengan menyesuaikan penempatan petugas terhadap perubahan beban kerja.

Salah satunya dengan mengalihkan sebagian personel dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tlekung ke sejumlah pos pengolahan sampah di desa dan kelurahan. Hal itu seiring berkurangnya beban sampah di TPA Tlekung. Selain itu, DLH juga mulai menempatkan petugas di Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, and Recycle (TPS3R).

Advertisement

“Kami juga sudah menempatkan setidaknya satu atau dua orang di beberapa TPS3R,” terangnya. Personel yang ditempatkan di TPS3R tidak hanya bertugas menangani sampah. 

Mereka juga berperan sebagai pendamping masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya. “Perannya seperti layaknya penyuluh pertanian, tapi kita melakukan pendampingan pengolahan sampah di masing-masing wilayah. Personelnya sudah kami terjunkan,” tambah Dian.

Advertisement

Artikel Terkait

Pasukan Kuning di Kota Batu Akan Dapat Kompensasi Lembur

Pasukan Kuning di Kota Batu Akan Dapat Kompensasi Lembur

DLH Kota Batu godok skema kompensasi lembur bagi pasukan kuning untuk pekerjaan insidental berbeban tinggi pada APBD 2027.

Pasukan Kuning Akan Dapat Kompensasi Lembur

Pasukan Kuning Akan Dapat Kompensasi Lembur

DLH Kota Batu susun skema kompensasi lembur petugas kebersihan untuk pekerjaan insidental dengan beban kerja tinggi.

95 Persen Pasukan Kuning di Kota Batu Kini Berstatus PPPK

95 Persen Pasukan Kuning di Kota Batu Kini Berstatus PPPK

Sebanyak 95 persen petugas kebersihan DLH Kota Batu kini berstatus PPPK paro waktu. Namun, sebagian petugas senior masih terkendala usia dan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer