Bukan Cake atau Es Krim, Ini 5 Jajanan Manis Tradisional yang Bisa Dicoba di Batu

Luciana Ramadhani Putri • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 04:00 WIB
Jajanan manis tradisional menjadi salah satu pilihan camilan yang masih bisa ditemukan di Kota Batu. (Sumber:Pinterest/Vecteezy)
Jajanan manis tradisional menjadi salah satu pilihan camilan yang masih bisa ditemukan di Kota Batu. (Sumber: Pinterest/Vecteezy)

BATU, RADAR BATU – Setelah puas menikmati kuliner di Kota Batu, biasanya wisatawan mulai mencari sesuatu yang manis sebagai penutup. Es krim, cake, atau dessert kekinian menjadi beberapa pilihan yang mudah ditemukan. Namun, ada pilihan lain yang lebih sederhana dan dekat dengan cita rasa jajanan tradisional.

Kota Batu masih memiliki sejumlah kudapan manis yang dapat dinikmati sebagai camilan maupun makanan penutup. Rasanya pun beragam, mulai dari gurih-manis ketan, lembutnya serabi, hingga segarnya dawet.

Bagi wisatawan yang ingin mencoba jajanan dengan cita rasa yang lebih familiar, beberapa makanan berikut bisa masuk dalam daftar saat berkeliling Kota Batu.

Baca Juga: Rekomendasi Toko Kue Basah di Kota Batu yang Cocok Untuk Temani Sarapan Pagimu

Ketan

Ketan menjadi salah satu jajanan yang cukup identik dengan kuliner Kota Batu. Berbeda dari dessert modern yang biasanya memiliki banyak komponen, ketan justru mengandalkan bahan sederhana dengan rasa yang tetap menarik.

Ketan hangat dapat dipadukan dengan berbagai topping, mulai dari bubuk kedelai hingga kelapa. Perpaduan tekstur ketan yang pulen dengan rasa gurih dan manis membuat makanan ini cocok disantap ketika udara Kota Batu sedang sejuk.

Salah satu tempat yang dikenal dengan sajian ketannya adalah Pos Ketan Legenda 1967. Salah satu pilihannya adalah ketan bubuk dengan taburan kelapa dan bubuk kedelai.

Serabi

Kalau mencari jajanan dengan tekstur yang lebih lembut, serabi bisa menjadi pilihan. Jajanan berbahan dasar tepung ini memiliki rasa gurih dan manis.

Serabi juga bukan makanan yang sulit ditemukan di Kota Batu. Sejumlah penjual seperti Serabi Solo "Mas Serabi" Lumer dan beberapa penjual serabi lainnya masih tercatat berada di wilayah Kota Batu.

Menikmati serabi sambil bersantai bisa menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin mencoba jajanan tradisional tanpa harus mencari makanan penutup di kafe.

Dawet

Tidak semua makanan penutup harus berupa kudapan yang disantap menggunakan sendok. Dawet bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang menginginkan sesuatu yang manis sekaligus menyegarkan.

Minuman tradisional ini dikenal dengan isian dawet yang disajikan bersama kuah santan dan pemanis. Rasa manis dan gurihnya cocok diminum setelah menyantap makanan yang berbumbu atau cukup berat.

Di Kota Batu, dawet masih dapat ditemukan di sejumlah tempat, salah satunya Dawet Uti di kawasan Temas. Ada pula Dawet Bagong yang berada di Jalan Dewi Sartika.

Pukis

Jajanan manis berikutnya adalah pukis. Bentuknya sederhana, tetapi teksturnya yang lembut dan rasa manis membuat pukis tetap menjadi salah satu jajanan yang mudah diterima berbagai kalangan.

Pukis bisa dinikmati sebagai camilan ketika berjalan-jalan di Kota Batu atau dibawa pulang sebagai oleh-oleh kecil.

Salah satu tempat yang menjualnya adalah Pukis Pagi di Jalan KH Agus Salim. Pukis juga dapat ditemukan di Dapur Bu Ti, Pasar Among Tani Batu.

Kue Lumpur

Selain pukis, kue lumpur dapat menjadi pilihan bagi yang menyukai jajanan dengan tekstur lembut. Kue tradisional ini memiliki karakter rasa manis dan gurih yang cukup ringan.

Di Kota Batu, salah satu tempat yang menyediakan kue lumpur adalah Karunia Sari Lumpur dan Pukis di Jalan Gajah Mada, Samping Masjid An-Nuur, Alun-Alun Kota Batu.

Jajanan Tradisional Bisa Jadi Alternatif Dessert

Berbagai pilihan tersebut menunjukkan bahwa dessert saat berwisata di Kota Batu tidak harus selalu berupa es krim, cake, atau makanan yang sedang populer di media sosial.

Ketan, serabi, dawet, pukis, dan kue lumpur justru menawarkan pengalaman mencicipi jajanan yang lebih sederhana. Beberapa di antaranya juga dapat ditemukan di kawasan yang memang menjadi tujuan kuliner masyarakat dan wisatawan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Jajanan Jadul, De Jenangs Malang Bikin Jenang Tampil Kekinian

Jadi, bagi yang sedang liburan di Kota Batu dan ingin mencari sesuatu yang manis setelah makan, tidak ada salahnya mencoba jajanan tradisional. Selain rasanya familiar, pilihan ini juga bisa menjadi cara sederhana untuk mengenal kuliner lokal Batu.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
Kue tradisional Jajanan batu kuliner batu