Alun-Alun Kota Batu Tetap Diminati meski Bianglala Mati

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 21:00 WIB
Alun Alun Kota Batu. (Nukman Ali)
Alun Alun Kota Batu. (Nukman Ali)

BATU, RADAR BATU - Alun-Alun Kota Wisata Batu (KWB) tetap menjadi tujuan wisatawan luar Malang Raya saat liburan. Meski bianglala yang menjadi salah satu ikon destinasi tersebut tidak beroperasi, wisatawan asal Kabupaten Mojokerto dan Surabaya tetap memilihnya sebagai tempat berlibur. Alasannya, lantaran aksesnya mudah dan biaya relatif terjangkau.

Mayoritas pengunjung memanfaatkan ruang publik itu untuk bersantai bersama keluarga atau teman. Mereka duduk di bangku taman sambil menikmati jajanan dari sentra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sekitar alun-alun. Anak-anak terlihat bermain dan berlari di area terbuka.

Aktivitas sederhana tersebut menjadi pilihan wisatawan yang ingin menikmati suasana Kota Batu tanpa harus mengeluarkan banyak biaya. Amalia Faikhotul Hima, wisatawan asal Kabupaten Mojokerto, mengaku sudah beberapa kali mengunjungi Alun-Alun KWB. Perempuan 35 tahun itu datang bersama suami dan putranya yang berusia 10 tahun.

Baca Juga: Indonesia Berangkat ke Asian Games 2026, Timnas Basket Siap Hadapi Raksasa Asia! - Radar Batu

Menurutnya, lokasi alun-alun relatif mudah dijangkau dari tempat tinggalnya. Waktu tempuh sekitar 1,5 jam membuat destinasi tersebut tetap menarik untuk dikunjungi. “Terakhir ke sini sekitar empat tahun lalu waktu bianglalanya masih bisa beroperasi. Sekarang ke sini lagi, ternyata sudah tidak beroperasi,” kata Amalia.

Menurutnya, kondisi tersebut cukup disayangkan. Sebab, bianglala menjadi salah satu daya tarik Alun-Alun KWB. Meski begitu, dia tetap menikmati suasana alun-alun. Udara yang lebih sejuk dibandingkan daerah asalnya menjadi alasan lain untuk melepas penat. “Jajanan di sentra kuliner juga banyak, setidaknya ke sini bisa sekalian eksplor kulinernya,” ucapnya.

Sementara itu, Devi Lailatul Aini, wisatawan asal Surabaya, baru pertama kali mengunjungi Alun-Alun KWB. Momentum libur sekolah dimanfaatkan perempuan 17 tahun itu untuk mengajak keluarganya menikmati ruang terbuka tersebut. “Kebetulan, saya sedang mau merintis sebagai penulis dan Alun-Alun KWB ini saya jadikan salah satu plot. Jadi ini sekaligus riset kecil-kecilan, supaya feel cerita lebih ada,” katanya.

Menurut Devi, kondisi alun-alun cukup bersih, luas, dan terawat. Namun, dia menyayangkan wahana yang menjadi ikon destinasi tersebut masih belum berfungsi. “Jadi terasa kurang lengkap saja, meskipun secara estetika masih layak,” pungkasnya.

Editor : Fajar Andre Setiawan
alun alun batu Alun alun kota batu wisata liburan