Songgoriti Disiapkan Pakai Skema Bagi Hasil

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:30 WIB
KAWASAN IKONIK: Gerbang masuk menuju Songgoriti yang menjadi saksi bisu kejayaan pariwisata masa lalu. Kini publik mendesak adanya langkah konkret revitalisasi.
KAWASAN IKONIK: Gerbang masuk menuju Songgoriti yang menjadi saksi bisu kejayaan pariwisata masa lalu. Kini publik mendesak adanya langkah konkret revitalisasi.

BATU, RADAR BATU - Revitalisasi kawasan wisata Songgoriti Kota Batu bakal menggunakan skema revenue sharing atau bagi hasil. Pemkot Batu dan Perumda Jasa Yasa akan membahas formulasi pembagian pendapatan dalam pertemuan teknis awal September mendatang.

Direktur Utama Perumda Jasa Yasa Raden Djoni Sudjatmiko mengatakan skema bagi hasil menjadi salah satu opsi kerja sama pengelolaan Songgoriti. Persentase pembagian pendapatan belum ditentukan karena masih menunggu pembahasan kedua pihak.

“Formulasi pembagian hasil tersebut baru akan dituangkan dalam draf teknis saat kedua belah pihak bertemu,” jelasnya.

Pembahasan kerja sama menjadi penting karena revitalisasi Songgoriti melibatkan pemanfaatan aset dan pengelolaan sejumlah fasilitas. Jasa Yasa ingin memastikan mekanisme bisnis dan pembagian manfaat memiliki dasar yang jelas sebelum pembangunan dilakukan.

Baca Juga: 4 Tempat Wisata di Kota Batu Ini Sudah Ramah Disabilitas, Cek Faktanya - Radar Batu

Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menyambut positif rencana tersebut. Menurut dia, kerja sama harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar Songgoriti.

Revitalisasi tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Aktivasi pasar tradisional, pemandian air panas, pusat kuliner, dan ruang pertunjukan budaya diharapkan turut menggerakkan pedagang serta pelaku usaha lokal.

“Jadi kalau ada panggung budaya dan pemandian air panas dikerjasamakan dengan Pemkot Batu, kami justru sangat senang,” katanya.

Baca Juga: 12,14 Persen Anak Usia SMP di Kota Batu Tak Sekolah - Radar Batu

Heli menilai pembagian manfaat kerja sama menjadi bagian penting dalam revitalisasi. Sebab, masyarakat sekitar selama ini ikut merasakan dampak menurunnya aktivitas wisata Songgoriti.

Pemkot dan Jasa Yasa akan membahas skema tersebut dalam audiensi awal September. Pertemuan itu diharapkan menghasilkan formulasi kerja sama yang tidak hanya menguntungkan pengelola, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi kawasan.

Revitalisasi Songgoriti dengan demikian tidak berhenti pada pembangunan fisik. Skema pengelolaan dan pembagian pendapatan menjadi salah satu penentu keberlanjutan kawasan wisata tersebut. 

Editor : Fajar Andre Setiawan
Revitalisasi Songgoriti Kawasan Songgoriti songgoriti batu songgoriti revitalisasi