BUMD Batu Jadi Kunci Revitalisasi Songgoriti

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 15:00 WIB
KAWASAN IKONIK: Gerbang masuk menuju Songgoriti yang menjadi saksi bisu kejayaan pariwisata masa lalu. Kini publik mendesak adanya langkah konkret revitalisasi.
KAWASAN IKONIK: Gerbang masuk menuju Songgoriti yang menjadi saksi bisu kejayaan pariwisata masa lalu. Kini publik mendesak adanya langkah konkret revitalisasi.

BATU, RADAR BATU - Kepastian mitra menjadi salah satu kunci revitalisasi kawasan wisata Songgoriti Kota Batu. Pemkot Batu tengah mengupayakan aktivasi PT Batu Wisata Resource (BWR) sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) untuk menjadi mitra Perumda Jasa Yasa melalui skema business to business (B2B).

Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto mengatakan komunikasi dengan Jasa Yasa terkait revitalisasi Songgoriti masih berjalan. Pemkot Batu berharap struktur dan jajaran direksi BWR segera dituntaskan.

Dengan begitu, pembahasan kerja sama dapat memiliki dasar kelembagaan yang lebih jelas. Skema tersebut sekaligus menjadi pintu masuk kerja sama antara BUMD Kota Batu dengan Jasa Yasa.

Baca Juga: Jadwal Azan Kota Batu Hari Ini - Radar Batu

“Tentu tujuannya sama dengan Pemkab Malang demi kemajuan daerah,” ujar Heli. Sementara itu, Direktur Utama Perumda Jasa Yasa Raden Djoni Sudjatmiko mengatakan pihaknya masih menunggu kejelasan mitra dari Pemkot Batu.

Menurut dia, kepastian tersebut diperlukan sebelum pembahasan mekanisme pengelolaan dan perizinan dituntaskan.

“Karena BUMD Kota Batu belum clear, maka mekanisme perizinan dan pengelolaan strategisnya harus disepakati langsung dengan Pemkot Batu terlebih dahulu,” katanya.

Jasa Yasa menargetkan audiensi lanjutan dengan Pemkot Batu pada awal September 2026. Pertemuan tersebut akan membahas sejumlah kebutuhan revitalisasi. Di antaranya perizinan resto, wahana baru, pemandian air hangat, dan skema pengelolaan aset.

Baca Juga: Jadwal Azan Kota Batu Hari Ini - Radar Batu

Kepastian kerja sama menjadi penting karena kawasan Songgoriti berada di wilayah Kota Batu. Jasa Yasa tidak ingin pembangunan fisik berjalan sebelum payung hukum dan mekanisme pemanfaatan aset disepakati.

Setelah izin diperoleh, pengerjaan tahap awal diperkirakan dapat dilakukan dalam tiga hingga empat bulan.

Heli memastikan Pemkot Batu mendukung rencana revitalisasi tersebut. Songgoriti dinilai memiliki potensi wisata yang belum tergarap maksimal. Kawasan itu juga dianggap strategis untuk mendukung kunjungan wisatawan saat memasuki masa low season.

Baca Juga: Gate Parkir Alun-Alun Kota Batu Mulai Beroperasi - Radar Batu

Selain nilai ekonomi, Songgoriti memiliki nilai sejarah. Keberadaan Candi Supo menjadi salah satu aset sejarah yang perlu dijaga dalam pengembangan kawasan.

“Candi itu bukan hanya milik Kota Batu saja. Namun, warisan Nusantara yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Dengan demikian, aktivasi BWR menjadi bagian penting dari tahapan revitalisasi Songgoriti. Setelah kelembagaan dan skema kerja sama jelas, Jasa Yasa baru dapat melangkah menuju pembangunan fisik.

Editor : Fajar Andre Setiawan
Revitalisasi Songgoriti Batu Wisata Resource songgoriti pemkot batu revitalisasi