BATU, RADAR BATU - Desa Wisata Sidomulyo, Kecamatan Batu mengandalkan potensi tanaman hias sebagai daya tarik wisata. Lebih dari 1.000 jenis tanaman pernah dibudidayakan warga. Mulai mawar, krisan, anggrek, sukulen, monstera, hingga cemara. Potensi itu diperkuat Pasar Bunga Sekarmulyo dan Mal Bunga Sidomulyo sebagai pusat niaga tanaman hias.
Kepala Desa Sidomulyo Subandri mengatakan, pengembangan wisata desa diarahkan agar aktivitas warga ikut memberi dampak ekonomi. Perbaikan pelayanan dan pengembangan sejumlah kawasan wisata juga terus disiapkan. “Wisata desa itu akan kami tingkatkan. Baik pelayanannya maupun tempat-tempat yang akan kami kembangkan,” tegasnya.
Potensi tersebut tidak berhenti di pasar lokal. Distribusi bunga hasil budidaya petani Sidomulyo telah menjangkau Jakarta, Surabaya, Bali, Semarang, Kalimantan, hingga Medan. Bahkan, tanaman hias hasil budidaya petani muda setempat mampu menembus pasar ekspor. Sebanyak 3.500 tanaman Song of India (Dracaena Reflexa) telah dikirim ke China.
Baca Juga: Dinkes Temukan Tiga Kasus Campak - Radar Batu
Kepala Disparta Kota Batu Onny Ardianto menilai kekuatan Sidomulyo justru terletak pada aktivitas masyarakatnya. Karena itu, desa tidak perlu memaksakan pembangunan objek wisata buatan baru. “Desa wisata mengintegrasikan kehidupan masyarakat, tradisi, budaya, serta lingkungan ke dalam pengalaman wisata,” ujarnya.
Menurutnya, aktivitas yang selama ini dilakukan masyarakat justru dapat dikemas menjadi atraksi. Konsep itu membuat pertanian, perdagangan, dan pariwisata bisa berjalan dalam satu ekosistem. Tantangannya, potensi yang sudah kuat itu perlu dikemas lebih baik. Tujuannya agar benar-benar memberi pengalaman wisata bagi pengunjung.
Editor : Fajar Andre Setiawan