BATU, RADAR BATU – Gunung Bromo masih menjadi primadona wisata Jawa Timur, terutama saat musim liburan panjang. Namun, tingginya jumlah pengunjung kerap membuat jalur menuju kawasan ini padat, terutama saat perburuan sunrise di Penanjakan. Padahal, di sisi Malang, ada beberapa spot alam yang tak kalah indah namun jauh lebih sepi.
Salah satunya adalah Coban Trisula di Dusun Ngadas, Poncokusumo. Air terjun setinggi 35 meter ini berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, buka 24 jam, dan tiket masuknya hanya Rp5.000 per orang (belum termasuk biaya parkir).
Spot kedua adalah Desa Wisata Adat Ngadas, desa Suku Tengger yang berada di ketinggian 2.100 mdpl dan tercatat sebagai salah satu desa tertinggi di Jawa. Suhu di malam hari bisa turun di bawah 10 derajat Celsius. Wisatawan bisa merasakan pengalaman menginap di homestay warga sambil menikmati budaya Tengger yang masih kental.
Baca Juga: Coban Talun Malang: Air Terjun, Hutan Pinus, dan Camping dalam Satu Destinasi
Terakhir, Bukit Jemplang dan padang savana yang biasa disebut Bukit Teletubbies. Di titik ini berdiri Bromo Hillside, kafe dengan sky deck 360 derajat, tiket sekitar Rp50.000 hingga Rp70.000. Dari sini pengunjung tidak bisa melihat Kawah Bromo karena terhalang bukit, tapi disuguhi pemandangan Gunung Semeru, Kawi, dan Arjuno.
Jalur menuju ketiga lokasi ini melewati Tumpang dan Gubugklakah, sama seperti akses menuju Bromo dari Malang. Jalannya menanjak dan berkelok, sehingga kendaraan perlu dalam kondisi prima. Banyak wisatawan memilih menyewa jip dari Pos Jemplang untuk turun ke savana.
Ketiga alternatif ini bisa jadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan kawasan Tengger tanpa terjebak kepadatan di jalur utama Bromo.
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber