BATU, RADAR BATU – Batu Love Garden (Baloga) kembali menjadi tuan rumah Specta Flora Festival 2026 yang dibuka kemarin (2/7). Memasuki tahun ketiga, festival ini digelar lebih besar dengan menggandeng 10 kolaborator lintas sektor. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menggerakkan ekonomi sekaligus memperkuat citra Kota Batu sebagai kota florikultura.
Ketua Pelaksana Specta Flora Festival 2026 Dwi Lili Indayani mengatakan, festival ini menjadi upaya mendukung sektor pertanian bunga. Tujuannya agar penyerapan bunga potong semakin optimal. “Kami menggandeng Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI) DPD Jawa Timur, supplier bunga di Kota Batu, dan sejumlah mitra lainnya,” ujarnya.
Festival tersebut melibatkan 41 pelaku UMKM, 10 sponsor, serta puluhan media partner. Beragam kegiatan telah disiapkan, mulai kompetisi merangkai bunga, pameran, hingga flower caravan atau pawai gerobak bunga.
Baca Juga: Baloga Pacu Pasar Florikultura lewat Specta Flora Festival
Secara keseluruhan terdapat sekitar 20 agenda yang akan digelar selama festival berlangsung. “Harapannya seluruh rangkaian acara ini bisa dinikmati masyarakat sekaligus memberi manfaat bagi petani bunga dan pelaku usaha lokal,” imbuhnya.
Manager Marketing and Public Relations JTP Group Titik S. Ariyanto berharap Specta Flora Festival tidak hanya menjadi agenda hiburan. Namun, juga mampu menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah.
Baca Juga: Baloga Pacu Pasar Florikultura lewat Specta Flora Festival
Menurutnya, potensi florikultura Kota Batu memiliki peluang besar untuk dikenal lebih luas melalui event seperti ini. “Kami berharap Specta Flora Festival mampu memberi dampak bagi petani bunga, UMKM, sekaligus memperkuat pariwisata Kota Batu,” tegasnya.
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto mengapresiasi kolaborasi antara penyelenggara dan Baloga. Menurutnya, lokasi tersebut sangat representatif karena identik dengan tanaman dan florikultura.
“Alhamdulillah kegiatan ini kembali difasilitasi Baloga dengan baik. Semoga kolaborasi seperti ini terus berlanjut untuk mendukung ekonomi masyarakat, khususnya petani bunga dan pelaku UMKM,” pungkasnya. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho