BATU, RADAR BATU - Arus wisatawan yang masuk ke Kota Batu selama musim libur sekolah terus menunjukkan tren meningkat. Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu mencatat sebanyak 138 ribu wisatawan mengunjungi berbagai destinasi wisata hanya dalam sepekan terakhir. Bahkan, dalam sehari terakhir saja terjadi lonjakan sekitar 50 ribu pengunjung.
Pemkot Batu memprediksi puncak kunjungan belum terjadi. Momen tersebut diproyeksikan baru akan berlangsung pada akhir pekan depan. Sebab, masa libur sekolah baru akan selesai pada 13 Juli mendatang. Kepala Disparta Kota Batu Onny Ardianto menjelaskan, hingga Senin lalu (29/6) akumulasi kunjungan wisatawan masih berada di kisaran 85 ribu.
BACA JUGA: Mudah Terkecoh Informasi Palsu? Ini Cara Efektif Melatih Berpikir Kritis Menurut Riset
Namun, berdasarkan laporan yang masuk sehari kemudian, jumlah tersebut melonjak menjadi lebih dari 138 ribu wisatawan. “Kenaikan ini memang cukup tajam. Karakter kunjungan saat libur sekolah didominasi rombongan besar, baik keluarga maupun institusi pendidikan,” ujarnya.
Dengan begitu, ketika mereka datang bersamaan menggunakan bus-bus pariwisata, angkanya langsung melonjak dalam waktu singkat. Menurut Onny, lonjakan tersebut belum mencerminkan keseluruhan pergerakan wisatawan selama masa liburan. Sebab, laporan yang diterima Disparta masih berasal dari sebagian pelaku usaha wisata.
Oleh karen itu, data diperkirakan masih akan terus bertambah. Selain didominasi wisatawan domestik, tren kunjungan wisatawan mancanegara juga menunjukkan pertumbuhan positif. Onny menyebut, jumlah wisatawan asing meningkat sekitar 10 hingga 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
BACA JUGA: Belgia vs Senegal: Duel Dua Tim yang Terlambat Panas di Piala Dunia 2026
Wisatawan mancanegara tersebut didominasi pelancong asal Hong Kong, Tiongkok, dan Malaysia yang memanfaatkan musim liburan untuk berkunjung ke sejumlah destinasi unggulan di Kota Batu. “Kami berharap tren ini terus meningkat, apalagi jika kebijakan insentif seperti diskon tiket pesawat benar-benar direalisasikan,” ungkapnya.
Pihaknya menilai kebijakan itu mampu menarik lebih banyak wisatawan dari luar daerah dan luar negeri. Di balik tingginya angka kunjungan tersebut, Disparta juga mengingatkan adanya konsekuensi terhadap kapasitas layanan publik. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah meningkatnya volume sampah di berbagai ruang publik.
BACA JUGA: Besok Pengumuman Jalur Prestasi Akademik SMK Disiarkan, Ini Linknya Pengumumannya
Menurut Onny, setiap lonjakan wisatawan hampir selalu diikuti peningkatan produksi sampah. Khususnya di kawasan Alun-Alun, taman kota, hutan kota, hingga ruas jalan protokol yang menjadi pusat aktivitas pengunjung. Pihaknya terus berkoordinasi dengan pengelola destinasi wisata untuk memperkuat pengelolaan kebersihan selama musim liburan.
“Kami terus melakukan monitoring sekaligus mengimbau wisatawan dan pengelola destinasi agar melakukan pengelolaan sampah secara mandiri sehingga kebersihan kota tetap terjaga,” jelasnya. Selain persoalan kebersihan, aspek keselamatan pengunjung juga menjadi perhatian.
BACA JUGA: 30 Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Batu Disita Bea Cukai Malang
Onny juga meminta seluruh pengelola destinasi memastikan wahana wisata beroperasi sesuai standar keamanan. Mengacu pada Surat Edaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, setiap destinasi diminta memastikan jalur evakuasi berfungsi dengan baik, sistem parkir tertata, dan menyediakan layanan kesehatan yang memadai.
“Kami ingin lonjakan kunjungan ini tetap diimbangi dengan pelayanan dan aspek keselamatan sehingga wisatawan merasa nyaman selama berada di Kota Batu,” ujarnya. Meski jumlah wisatawan meningkat signifikan, kondisi tersebut belum sepenuhnya diikuti peningkatan daya beli masyarakat.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Sujud Hariadi menilai pola belanja wisatawan pada musim libur tahun ini mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut dia, aktivitas wisata memang sangat ramai, terutama di kawasan Alun-Alun Kota Batu pada malam hari.
BACA JUGA: Daftar Ulang SPMB Tahap IV SMK Hanya Dua Hari, Jangan Sampai Gugur
Namun, wisatawan kini lebih banyak memilih destinasi yang relatif murah atau bahkan gratis dibandingkan menghabiskan anggaran di sektor pariwisata premium. “Bisa dilihat di Alun-Alun, pengunjung sangat ramai. Banyak yang memilih menikmati kuliner UMKM atau sekadar berkumpul di ruang publik dibandingkan makan di restoran,” ujarnya.
Sujud menilai kondisi tersebut menunjukkan masyarakat tetap berwisata, tetapi lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Pergeseran perilaku itu juga terlihat dari semakin meratanya persebaran wisatawan di berbagai destinasi. Selain objek wisata baru yang sedang populer, sejumlah destinasi legendaris di Kota Batu juga tetap mencatat tingkat kunjungan yang stabil.
Berbeda dengan prediksi Disparta yang memperkirakan puncak kunjungan masih akan terjadi akhir pekan depan, Sujud menilai tren wisata mulai melandai memasuki pekan ini. “Kemungkinan setelah pekan depan kunjungan mulai turun karena masyarakat sudah bersiap menghadapi tahun ajaran baru,” tandasnya. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan