BATU, RADAR BATU - Rentetan libur panjang berturut-turut sukses memicu efek domino bagi perputaran ekonomi Kota Batu. Sepanjang Mei hingga awal Juni ini, gelombang kedatangan pelancong mengalir deras dan membanjiri berbagai destinasi wisata. Angka kunjungan sementara meledak tajam hingga menyentuh 296.993 wisatawan.
Lonjakan masif ini digerakkan deretan cuti bersama, mulai dari perayaan Kenaikan Yesus Kristus, Idul Adha, Waisak, hingga momentum Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni lalu. Gelombang kedatangan massal ini sekaligus memperkuat proyeksi Disparta Kota Batu. Sebelumnya, kunjungan sepanjang momen itu ditarget 540 ribu wisatawan.
Kepala Disparta Kota Batu Onny Ardianto menyebut rekapitulasi hampir 300 ribu pengunjung itu hanyalah potret sementara hingga 31 Mei lalu. Angka ini dipastikan bakal berlipat ganda karena volume data riil yang masuk baru menyentuh margin 45,12 persen. Statistik awal yang mentereng tersebut diakui belum mencerminkan realitas utuh di lapangan.
Baca Juga: Rekomendasi Wisata Offroad di Batu yang Seru untuk Liburan Keluarga
Ribuan data kunjungan dari sektor kuliner dan akomodasi nonhotel seperti vila dan penginapan termasuk homestay belum terekapitulasi dalam sistem pusat. Meski begitu, geliat industry pelesiran ini sudah sangat terasa memadati sektor perhotelan. Disparta mencatat persentase okupansi harian hotel sempat menyentuh angka 95,94 persen.
Secara akumulatif, sebanyak 37.778 wisatawan tercatat menghabiskan malam di hotel- hotel Kota Batu dengan rata-rata durasi tinggal berkisar dua hingga tiga malam. Sementara itu, pundi-pundi terbesar penarik massa tetap dikuasai oleh sektor Daya Tarik Wisata (DTW).
Baca Juga: Wisata Batu Belum Lengkap Tanpa Berburu Oleh-Oleh, Ini Pilihan yang Banyak Dicari Wisatawan
Sebanyak 259.215 kunjungan terkonsentrasi memadati berbagai wahana wisata buatan dan wisata alam berbasis keluarga. Dari sisi demografi, mayoritas pengunjung masih didominasi warga lokal Jawa Timur. Kendati demikian, muncul tren peningkatan kedatangan yang signifikan dari wilayah aglomerasi metropolitan seperti Jakarta dan Jawa Barat.
Tingginya antusiasme pelancong luar daerah yang mencari udara segar pegunungan ini membuat Disparta optimistis. Saat seluruh data kunjungan terserap seratus persen pada akhir masa pendataan, target 540 ribu wisatawan diyakini akan tercapai dan menggeser rekor kunjungan tertinggi selama semester pertama tahun 2026. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho