Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Petik Apel Kota Batu Sedot Ratusan Wisatawan Selama Libur Panjang

Fajar Andre Setiawan • Selasa, 2 Juni 2026 | 19:00 WIB
IKONIK: Salah seorang wisatawan memetik apel di salah satu lahan di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji beberapa waktu lalu. RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU
IKONIK: Salah seorang wisatawan memetik apel di salah satu lahan di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji beberapa waktu lalu. RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU

 

BATU, RADAR BATU - Ratusan wisatawan domestik hingga mancanegara membanjiri kawasan agrowisata petik apel di Kecamatan Bumiaji sepanjang long weekend lalu. Setiap harinya, ada 8 hingga 10 bus besar yang datang membawa rombongan wisatawan. Dari 8-10 bus tersebut, rata-rata kunjungan per hari mencapai 300 sampai 500 orang.

Pengelola Tiket Wisata Petik Buah Wendy Chusnul Muhammad Arifin menyebut mayoritas kunjungan didominasi rombongan studi wisata perusahaan, institusi pendidikan dari SD hingga perguruan tinggi, serta kelompok PKK.

BACA JUGA: Okupansi Hotel di Kota Batu Tembus 80 Persen saat Libur Waisak

Animo tersebut sukses disedot dengan mengandalkan konsep integrasi yang memadukan wisata alam dan pemberdayaan petani lokal. Guna mencegah defisit lahan akibat lonjakan turis, pengelola menerapkan strategi kolaborasi.

“Kami melakukan sistem tebas lahan milik petani lokal,” ujarnya. Perkebunan yang telah dibeli hasilnya di atas pohon itu lantas disulap menjadi zona wisata aktif. Sebab, satu hektare lahan produktif berpotensi ludes dijelajahi wisatawan hanya dalam tempo 7-10 hari.

BACA JUGA: Lagu “MBG Mas Bahlil Ganteng” Viral di TikTok, Netizen Mengaku Candu dan Sulit Lepas dari Liriknya

Tarif tiket ditekan seminimal mungkin di angka Rp 25 ribu per orang. Angka ini sudah berupa paket layanan lengkap. Pengunjung mendapat akses masuk kebun, bebas memakan buah sepuasnya, hingga layanan antar-jemput menggunakan angkot khusus ke kebun.

Kawasan wisata ini beroperasi mulai pukul 07.00 setiap harinya. Terdapat lima varietas apel unggulan yang disuguhkan. Kelimanya meliputi Manalagi, Anna, Rome Beauty, Australia, dan Wanglin. “Apel Manalagi jadi primadona karena rasanya yang sangat manis,” ucapnya. 

Bagi pengunjung yang ingin membawa pulang hasil petikannya, pengelola mematok harga di bawah pasaran, yakni berkisar Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram. Ledakan pengunjung ini tak lepas dari penetrasi kampanye digital yang agresif.

BACA JUGA: Kebiasaan Menghapus Story Sebelum 24 Jam karena Merasa Alay, Apa Alasannya?

Wendy menyebut optimasi promosi disebar melalui Facebook, Instagram, dan TikTok. Imbasnya, pesona petik buah Batu sukses menjaring turis lintas negara. Pelancong asal Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam tercatat turut singgah.

Daya pikat agrowisata ini diamini Muhammad Rozaq, salah seorang wisatawan dari perwakilan Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI). Ia menilai kebun apel ini menawarkan sarana pemulihan energi yang efektif.

“Kawasan ini menyuguhkan katarsis dari rutinitas padat. Udaranya sejuk, pemandangannya asri, dan kualitas apelnya sangat manis plus harganya murah karena dibeli langsung dari tangan petani,” pungkas Rozaq. (Ramyzard Rafsanjani/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#petik apel Batu #libur panjang #wisatawan