BATU, RADAR BATU - Daya tarik ruang publik gratis Alun-Alun Kota Batu masih menjadi magnet utama bagi wisatawan saat musim libur panjang Idul Adha tahun ini. Sedikitnya tiga ribu wisatawan memadati kawasan terserbut setiap harinya sejak Kamis lalu (28/5). Kendati begitu, kepadatan aktivitas di sana tidak sampai melumpuhkan arus lalu lintas.
Jumlah pengunjung ini melesat tiga kali lipat dibanding hari biasa. Petugas keamanan Alun-Alun Kota Batu Juma'ali memproyeksikan perputaran massa mencapai angka tiga ribu orang. “Tingkat kunjungan pada hari biasa hanya berkisar 1.000 orang,” ujarnya.
BACA JUGA: Sarapan Pagi di Brau Coffee Pujon Sambil Menikmati Pemandangan Pegunungan
Ritme kedatangan pelancong terpantau memiliki pola spesifik. Area taman masih cenderung lengang pada rentang pukul 07.00-08.00. Arus massa baru mulai menggeliat pada siang hari dan mencapai titik didih kepadatan semenjak pukul 15.00 hingga malam hari.
Tingginya volume pengunjung tidak sebatas didominasi oleh wisatawan keluarga yang ingin bersantai. Ruang terbuka publik ini rupanya turut dimanfaatkan sebagai sarana inkubasi organisasi pelajar lintas daerah.
BACA JUGA: Tenthirty Batu, Cafe Hits Di Tengah Rindangnya Pepohonan
Syifa Azkiya, siswi SMAN 2 Kota Malang memanfaatkan kelonggaran area alun-alun sejak pukul 09.00 untuk menggembleng adik tingkatnya. “Kami sengaja tidak cuma bersantai. Momen ini kami manfaatkan untuk pelatihan OSIS di ruang terbuka,” ujarnya.
Beruntung, penumpukan massa itu tidak berimbas pada kemacetan lalu lintas di jalan raya Kepala Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Batu Ipda Gema Indrawan Winaryan memastikan ritme jalanan tetap kondusif.
BACA JUGA: Siswa Kelas 12 Wajib Tahu, Ini Istilah Penting yang Sering Muncul Saat Seleksi Kuliah
“Arus lalu lintas terpantau landai. Tidak ada kemacetan,” terang Gema. Validasi kelancaran ini diperkuat pantauan kamera pengawas (CCTV). Volume kendaraan dari arah exit Tol Singosari maupun Tol Malang-Pandaan terpantau masih mengalir normal dan aman.
Kendati begitu, skema pengawasan berlapis tetap disiagakan di sejumlah titik rawan sumbatan (bottleneck). Penjagaan difokuskan pada Simpang Tiga Bendo, Simpang Empat Arhanud, Simpang Tiga Pendem, dan Simpang Tiga Taman Makam Pahlawan (TMP). (kr1/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan