BATU, RADAR BATU - Upaya mengintegrasikan seluruh rantai pasok industri hiburan dalam satu sistem terpadu kini menjadi strategi baru korporasi raksasa Jawa Timur Park (JTP) Group. Hal ini ditandai dengan peluncuran pusat layanan terpadu bertajuk Tourism Service Center (TSC) di gerbang utama Jatim Park 3 Kota Batu.
Fasilitas anyar ini memotong jalur birokrasi liburan konvensional dengan menyediakan paket eksklusif murah yang mengintegrasikan jaringan hotel, wahana bermain, hingga ekosistem ekonomi lokal. Langkah ekspansif JTP Group melalui TSC ini tidak sekadar menjual tiket masuk wahana.
BACA JUGA: Perlahan Pulih, PLN Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik Massal di Sumatera
Manajer Pemasaran dan Humas JTP Group Titik S. Ariyanto mengaku sedang membangun hegemoni ekosistem pariwisata satu atap. Melalui pusat layanan tersebut, JTP mengintegrasikan informasi akomodasi hotel, rekomendasi rute desa wisata, promosi produk UMKM, hingga koordinasi transportasi lokal dalam satu pintu digital dan personal.
Strategi ini berpotensi menyerap perputaran uang wisatawan sejak pintu kedatangan sebelum menyebar ke pelaku usaha mandiri. Pusat layanan ini langsung meluncurkan skema paket bundling. Salah satu produk andalannya, yakni paket menginap di hotel terbaru mereka, 1979 Social Hotel.
BACA JUGA: Hyper Independence pada Pelajar, Saat Siswa Terbiasa Menyelesaikan Semua Sendiri
“Kamar hotel ini dibanderol dengan harga miring mulai dari Rp 70 ribu per orang per malam untuk kategori rombongan,” ujarnya. Pihaknya juga menawarkan Paket Sakti dua hari satu malam dengan tarif mulai Rp 240 ribu per orang. Angka tersebut sudah mencakup biaya penginapan dan tiket masuk wahana.
Bagi pasar premium, tersedia Paket Super Sakti tiga hari dua malam seharga Rp 495 ribu per orang untuk akses bebas ke tiga theme park. Jaringan akomodasi yang diintegrasikan pun gurita, meliputi Senyum World Hotel, Klub Bunga Theme Park Hotel, Pohon Inn Hotel, hingga Heliconia Hotel.
Seluruh akomodasi ini dikawinkan dengan akses kunjungan ke Jatim Park 1, Jatim Park 2, Dino Park, hingga Museum Angkut. “Secara infrastruktur, TSC yang memanfaatkan area strategis di bawah jembatan layang Jatim Park 3 ini dirancang sebagai hub transit utama” tambah Titik.
BACA JUGA: Fenomena ‘Healing’ pada Pelajar, Cara Baru Mengurangi Tekanan Sekolah
Wisatawan disuntik fasilitas penunjang seperti penitipan barang gratis, pengisian daya gawai berstandar internasional (international charging), hingga penyusunan rencana perjalanan domestik maupun internasional.
Titik juga menepis kekhawatiran adanya dominasi tunggal yang mematikan pemandu wisata lokal. Kehadiran TSC, kata dia, justru menjadi jembatan pertumbuhan ekonomi makro di Kota Batu. “Kami ingin menghadirkan layanan wisata terpadu yang ikut menghidupkan ekosistem pariwisata Kota Batu secara menyeluruh,” pungkasnya. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan