Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Buah Habis, Wisatawan Petik Stoberi di Kota Batu Putar Balik

Fajar Andre Setiawan • Sabtu, 27 Desember 2025 | 16:05 WIB
SEGAR: Salah seorang wisatawan berkunjung ke wisata petik stroberi di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji beberapa waktu lalu.
SEGAR: Salah seorang wisatawan berkunjung ke wisata petik stroberi di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji beberapa waktu lalu.

BUMIAJI - Lonjakan kunjungan wisata saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) berdampak langsung pada ketersediaan buah di sejumlah destinasi wisata petik stroberi di Kecamatan Bumiaji. Sejumlah wisatawan terpaksa putar balik setelah mendapati stok stroberi siap panen habis dipetik.

Kondisi itu terjadi di wisata petik stroberi milik Yeni di Desa Tulungrejo. Tingginya jumlah pengunjung dalam beberapa hari terakhir membuat buah matang tak tersisa di lahan. “Kemarin lusa (25/12) kunjungan sampai lebih dari 400 orang,” ujar Yeni kemarin 26/12.

Menurutnya, dalam satu hari jumlah wisatawan bisa mencapai 400-500 orang. Lonjakan tersebut membuat stroberi yang telah matang cepat habis dipanen pengunjung. “Hari ini sudah tidak ada yang merah. Kemungkinan baru besok (hari ini) bisa buka lagi,” katanya. 

Yeni menjelaskan sistem buka-tutup operasional merupakan hal lazim dalam wisata petik stroberi. Sebab, tanaman membutuhkan waktu tertentu untuk menghasilkan buah dengan tingkat kematangan optimal. “Tidak setiap hari stroberi siap dipetik,” ujarnya.

Wisata petik strober memang tengah menjadi primadona wisatawan, terutama saat musim liburan. Selain memberi pengalaman memetik langsung dari kebun, wisata ini juga dinilai ramah keluarga dan edukatif karena mengenalkan proses budidaya stroberi secara langsung.

Namun, tingginya minat wisatawan kerap tak sebanding dengan ketersediaan buah matang. Karena itu, pengelola harus menyesuaikan jadwal kunjungan demi menjaga kualitas hasil panen dan keberlanjutan tanaman.

Kondisi serupa juga dialami wisata petik stroberi Bonkopi. Pemiliknya, Agus, mengaku terpaksa menutup sementara kunjungan saat stok buah menipis. “Kalau stok tipis, otomatis libur dulu,” katanya.

Kebijakan tersebut diambil agar wisatawan tetap memperoleh pengalaman memetik stroberi secara maksimal. Para pengelola berharap wisatawan dapat memahami keterbatasan alamiah pertanian stroberi. Mereka juga mengimbau calon pengunjung untuk memastikan ketersediaan buah sebelum datang, guna menghindari kekecewaan di lokasi wisata. (dia/dre)

Editor : A. Nugroho
#petik strawberry #kota batu #wisata #nataru