KOTA BATU - Daerah Malang dan sekitarnya memang dikenal dengan iklimnya yang sejuk, sehingga banyak wisatawan yang nyaman berlama-lama di kota satu ini. Setiap sudut di sini memiliki cerita yang menjadi keunikannya tersendiri.
Mulai dari sejarah, tradisi dan budaya, hingga potensi alamnya bisa kamu jumpai di sini. Menariknya, hal tersebut bisa disaksikan melalui beragam festival yang rutin dilaksanakan. Sehingga kurang lengkap jika berkunjung ke daerah Malang tanpa menyaksikannya secara langsung.
Berikut 4 rekomendasi festival dan tradisi budaya yang jangan sampai terlewatkan!
1. Malang Tempo Doeloe
Malang menyimpan peninggalan sejarah yang masih melekat hingga saat ini. Mulai kehidupan masyarakatnya di masa lalu hingga peninggalan kolonial Belanda masih berdiri hingga saat ini.
Malang Tempo Doeloe adalah salah satu festival populer dan terbesar di Kota Malang yang bisa membawa pengunjungnya kembali ke masa lalu. Festival ini menghadirkan suasana nostalgia Kota Malang di tempo dulu dengan konsep tradisional hingga kolonial. Festival ini diisi dengan peragaan kostum, panggung kesenian, hingga stand-stand bazar di sekitar Alun-Alun Kota Malang hingga Kayutangan.
Festival ini diadakan dengan tujuan utama untuk menumbuhkan dan meningkatkan kecintaan masyarakatnya terhadap Kota Malang. Juga sekaligus sebagai tempat untuk mengenalkan dan melestarikan kebudayaan lokal.
2. Festival Satu Suro Kawi
Masyarakat Jawa Timur khususnya Malang juga sangat menjunjung tinggi hubungan manusia dengan alam. Sehingga, masih banyak tradisi yang lekat dengan makna spiritual. Salah satunya adalah Festival Satu Suro Kawi.
Festival ini merupakan sebuah tradisi untuk memperingati datangnya Tahun Baru Islam atau Satu Muharam. Tradisi ini biasanya berlangsung di Desa Wonosari, tepatnya di sekitar kawasan Gunung Kawi. Di kegiatan ini, masyarakat yang berpartisipasi diwajibkan menggunakan pakaian adat Jawa sembari membawa beragam sesaji.
Sesaji tersebut kemudian akan dibawa ke Pesarean Gunung Kawi, tempat makam tokoh penting masyarakat Jawa yakni Eyang Djugo dan Raden Mas Iman Soedjono. Hal ini dilakukan untuk berdoa kepada para leluhur serta untuk memohon keselamatan dan keberkahan. Adanya tradisi ini juga sekaligus memberikan jembatan antara agama dan adat para leluhur.
3. Malang Flower Festival
Selain tradisinya, Malang juga memiliki keindahan tersendiri dari berbagai macam floranya. Hal ini membuat Malang juga dikenal dengan julukannya sebagai Kota Bunga.
Malang Flower Festival adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk mengenalkan salah satu ikon Kota Malang tersebut. Festival ini diadakan dengan menampilkan berbagai peragaan busana dengan bahan berbagai macam bunga dan dedaunan. Acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan seni dan budaya, seperti tari tradisional, musik, hingga drama.
Festival ini merupakan tempat bagi pesertanya untuk beradu kreativitas sekaligus mengenalkan beragam jenis flora lokal. Hal ini tentu menarik para wisatawan lokal atau mancanegara yang sedang berkunjung.
4. Batu Culture Festival 2025
Jika sebelumnya festival di Kota Malang, bergeser sedikit ke Kota Batu kita bisa menjumpai Batu Culture Festival 2025. Batu Culture Festival 2025 sesuai namanya adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengenalkan tradisi dan budaya lokal.
Festival ini dimeriahkan oleh rangkaian lomba dan pertunjukan seni budaya. Selain itu, ada juga penampilan kesenian lokal, salah satunya Bantengan hingga kesenian yang hampir punah seperti Kesenian Gumbingan. Tentunya penampilan ini diisi oleh seniman lokal yang profesional.
Melalui festival ini, diharapkan mampu mengenalkan budaya lokal Jawa khususnya Kota Batu ke kancah yang lebih luas. Selain itu, juga sebagai sarana untuk melahirkan seniman-seniman baru yang mampu melestarikan budaya lokal tersebut.
Festival-festival tadi merupakan kegiatan yang cukup rutin diselenggarakan di Kota Malang hingga Kota Batu. Jadi, 4 opsi tadi bisa jadi referensi kunjungan kamu jika berkunjung ke daerah ini. (kdk)