RADAR BATU – Di balik megahnya wahana modern dan sejuknya udara pegunungan, Kota Batu ternyata menyimpan wajah lain yang tak kalah menawan: bangunan-bangunan tua bersejarah yang nyaris terlupakan. Tak banyak yang tahu, 4 bangunan ini bukan hanya saksi bisu zaman kerajaan hingga kolonial, tapi juga menyuguhkan pesona arsitektur dan nuansa mistis yang cocok jadi spot foto antik dan estetik. Dari candi tertua di Jawa Timur hingga vila kolonial yang kini jadi hotel mewah, berikut adalah hidden gem sejarah Kota Batu yang masih eksis hingga tahun 2025 dan wajib masuk daftar eksplorasi kamu!
Candi Songgoriti: Warisan Kerajaan Mataram di Tengah Pegunungan
Candi ini terletak di Jalan Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu. Dibangun pada abad ke-9 oleh Mpu Supa, Candi Songgoriti adalah candi tertua di Jawa Timur. Dulu digunakan sebagai tempat pemujaan suci pada masa Mataram Kuno. Kini, bangunannya yang mungil dengan ukiran Hindu dan kolam air panas alami di sekitarnya menciptakan latar foto yang eksotis dan magis.
Baca Juga: Galeri Raos Kota Batu Hadirkan Wisata Sejarah melalui Lukisan Bangunan Lintas Peradaban
Tak hanya spot foto, lokasi ini juga menjadi tempat digelarnya ritual adat seperti Ruwatan dan Tumpengan Bersih Desa. Cocok untuk kamu yang suka wisata spiritual sekaligus berburu konten vintage.
El Royale Kartika Wijaya: Vila Sarkies Warisan Tuan Tanah Armenia
Vila ini terletak di Jalan Panglima Sudirman No.127 Kota Batu. Bangunan megah bergaya Eropa Indis ini dulunya adalah Vila Sarkies, milik keluarga taipan Armenia yang juga mendirikan Hotel Raffles Singapura dan Hotel Majapahit Surabaya. Berdiri sejak 1890, vila ini telah bertransformasi menjadi hotel bersejarah tanpa mengubah keaslian desainnya.
Spot foto andalan? Kaca patri antik bergambar peta Jawa, perpustakaan kolonial, hingga bungker peninggalan Belanda yang masih terawat. Tiap sudutnya penuh kisah, sempurna untuk feed Instagram kamu yang bernuansa klasik.
Makam Dinger: Pemakaman Kolonial di Tengah Kebun
Terletak tersembunyi di tengah perkebunan, Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, makam ini adalah tempat peristirahatan keluarga Dinger, tuan tanah Belanda pada awal 1900-an. Dengan arsitektur khas Eropa dan suasana sunyi yang dramatis, makam ini jadi favorit para fotografer sejarah dan model konsep vintage. Unik, mistis, dan menyuguhkan lanskap perbukitan yang memesona, tempat ini cocok untuk kamu yang ingin hasil foto artistik di lokasi tak biasa.
Lebih dari Sekadar Foto, Ini Pelajaran Sejarah yang Hidup
Tak sekadar bangunan tua, tempat-tempat ini adalah wajah lain dari Kota Batu, wajah yang menyimpan cerita, nilai budaya, dan jejak perjalanan dari masa ke masa. Bagi pecinta sejarah, traveler estetik, hingga pemburu spot foto anti mainstream, inilah waktunya untuk mengeksplorasi Batu dari sisi yang lebih dalam dan bermakna. Jangan lupa siapkan kamera dan rasa ingin tahu, karena setiap sudutnya bisa jadi cerita yang tak terlupakan. (my)
Editor : A. Nugroho