BATU - Kawasan gajah di Batu Secret Zoo di Jawa Timur Park (JTP) 2 dipadati pengunjung kemarin (21/5). Mereka menyaksikan pemandangan langka, yakni anak gajah Sumatera yang baru dilahirkan sebulan lalu. Kemarin juga merupakan hari pertama bagi gajah mungil itu dikenalkan ke publik. Manager Marketing and Public Relations Jatim Park Group Titik S Ariyanto menjelaskan, anak gajah tersebut diberi nama Diah. Dalam bahasa Sanskerta memiliki arti cahaya atau penerang Diah lahir pada 21 April lalu pukul 01.30. “Induk jantannya bernama Andalas dan induk betina bernama Nazumi. Keduanya juga merupakan spesies gajah Sumatera koleksi kami,” ungkapnya.
Dengan kelahiran Diah, saat ini Batu Secret Zoo memiliki lima ekor gajah. Terdiri atas satu ekor gajah jantan dewasa, tiga ekor betina dewasa, dan satu ekor anak gajah betina yang baru lahir. ”Ini merupakan komitmen kami dalam mendukung pelestarian satwa, khususnya yang masuk kategori dilindungi,” imbuhnya. Kurator Batu Secret Zoo JTP 2 Mariusz Lech mengatakan, kelahiran anak gajah Sumatera itu tergolong bagus meski ukurannya terbilang kecil. Beratnya sekitar 86 kilogram dengan tinggi 105 sentimeter.
“Diah cukup aktif dan perkembangannya sangat baik,” tuturnya. Mariusz menekankan bahwa tidak ada intervensi khusus mengenai perawatan anakan gajah. Yang dilakukan hanya vaksinasi untuk mencegah penyakit. “Apalagi ibunya sudah pernah melahirkan sebelumnya, jadi sudah mengerti treatment yang baik untuk anaknya,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur Nur Patria Kurniawan berpesan agar pengembangbiakan gajah Sumatera dilakukan dengan baik sesuai fungsi lembaga konservasi. Apalagi tidak banyak lembaga konservasi di Jawa Timur yang memiliki hewan tersebut.
“Mungkin populasinya hanya 30-an saja,” jelasnya. Nur mengatakan bahwa proses pengembangbiakan gajah Sumatera memakan waktu cukup lama. Masa kehamilan sekitar 18-22 bulan. Padahal indukan gajah baru bisa mengandung pada umur di atas 15 tahun. Keberhasilan lembaga konservasi dalam pengembangbiakan gajah Sumatera tentu dinilai menjadi capaian positif. Khususnya jika kembali dilepaskan ke alam untuk mengembalikan populasinya. “Dengan begitu, populasinya bisa kembali ideal,” pungkasnya.
Editor : A. Nugroho