Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Siapa Sangka, Kota Batu Jadi Kota Wisata Berkat Kebun Jeruk dan Ide Seorang Pengusaha ini!

A. Nugroho • Jumat, 18 April 2025 | 21:40 WIB

 

 

Paul Sastro Sendjojo, pemilik PT. Bunga Wangsa Sedjati (gosipnya.blogspot.com).
Paul Sastro Sendjojo, pemilik PT. Bunga Wangsa Sedjati (gosipnya.blogspot.com).

BATU – Kota Batu kini bukan sekadar destinasi pelarian dari penatnya hiruk-pikuk kota, melainkan sudah menjelma menjadi salah satu kiblat pariwisata modern Jawa Timur. Di balik barisan taman hiburan, penginapan estetik, hingga cafe-cafe berpanorama sejuk yang wara-wiri di media sosial, ternyata ada kisah panjang yang membentangkan fondasi kokoh wisata Batu hari ini.

Siapa sangka, geliat wisata modern Kota Batu bermula dari sebuah kebun jeruk di lereng Gunung Panderman. Tahun 1996 menjadi saksi awal perjalanan itu, ketika seorang pengusaha bernama Paul Sastro Sendjojo, pemilik PT. Bunga Wangsa Sedjati, membangun penginapan bernama Klub Bunga Butik Resort. “Aku biyen mulai kerjo nang Hotel Kartika dadi waiter, terus ketemu Pak Sastro moro dijak nang Klub Bunga tahun 97-an. Pak Sastro iki yo sing due Kartika,” kenang Iwan, pegawai swasta Klub Bunga yang menyaksikan geliat hotel ini sejak dini.

Baca Juga: Sejarah di Balik Kota Batu: Dari Peristirahatan Kerajaan hingga Destinasi Wisata Idaman

Klub Bunga yang berdiri di atas lahan 12 hektar ini dikenal sebagai hotel bintang tiga, meskipun fasilitasnya terbilang melebihi standar. Kolam renang, gym, lapangan voli, basket, bahkan fasilitas umum untuk masyarakat non-penghuni menjadi ciri khas dari resort ini. Sejak saat itulah, wajah wisata Kota Batu perlahan berubah, dari kebun pertanian ke kawasan hospitality dan rekreasi yang modern.

Titik penting lain terjadi di tahun 2001. Kala itu, Kota Batu resmi naik status menjadi kota administratif berkat Undang-Undang No. 11 Tahun 2001. Pada momen yang sama, Paul Sastro Sendjojo kembali menorehkan sejarah lewat proyek bernama Jawa Timur Park — sebuah taman bermain sekaligus taman belajar. Wisata ini berdiri dengan konsep "edutainment", gabungan dari education dan entertainment, yang membawa pengunjung belajar dengan cara menyenangkan.

Baca Juga: Libur Lebaran Sepi, Selecta Kehilangan Ribuan Wisatawan: Ada Apa dengan Kota Batu?

Sejak peresmian Jawa Timur Park pada 9 Desember 2001, nama Batu semakin lekat dengan sebutan Kota Wisata. Tak berhenti sampai di sana, Jatimpark Group yang dinaungi oleh Paul Sastro kemudian terus mengembangkan jaringan wisatanya. Tahun 2010, Jawa Timur Park 2 diresmikan, menampilkan Museum Satwa, hotel unik Pohon Inn, dan Batu Secret Zoo — kebun binatang modern yang menyajikan satwa dari seluruh penjuru dunia dalam balutan tata ruang artistik.

Laju pertumbuhan pariwisata di Batu terus berlanjut. Pada 2012, Eco Green Park hadir dengan konsep wisata berbasis lingkungan yang mendidik. Disusul Museum Angkut dan The Bagong Adventure Museum Tubuh pada 2014, masing-masing menawarkan pengalaman unik mengenal transportasi dari masa ke masa dan aneka bagian tubuh manusia secara interaktif.

Baca Juga: Ramadan Sepi Wisatawan, Kota Batu Siapkan Strategi Baru Tarik Pengunjung

Predator Fun Park, dibuka pada 2015, bahkan menghadirkan sensasi berbeda melalui wisata penangkaran buaya yang ramah edukasi. Sedangkan pada 2016, Jawa Timur Park 3 atau Dino Park hadir sebagai wisata bertema prasejarah yang semakin memantapkan Batu sebagai surga liburan keluarga.

Melihat jejak panjang ini, tak berlebihan jika Kota Batu hari ini disebut sebagai laboratorium pariwisata modern Jawa Timur. Dari kebun jeruk yang sederhana, lahirlah deretan destinasi favorit, yang tiap sudutnya sarat akan edukasi, pengalaman, dan kenangan. (my)

Editor : A. Nugroho
#sejarah kota batu #edutainment #pariwisata indonesia #wisata jatim #kota batu #jatim park