BATU — Euforia libur Lebaran 2025 yang biasanya membawa senyum lebar bagi pengelola tempat wisata, kali ini tampak berbeda di Kota Batu. Taman Rekreasi Selecta, salah satu ikon wisata legendaris di kota dingin ini, harus menelan kenyataan pahit lantaran jumlah pengunjung yang datang anjlok hingga 30 persen selama musim liburan.
"Berdampak penurunan 30%, sama seperti penurunan jumlah pemudik secara nasional," ujar Direktur Utama PT Selecta, Sujud Hariadi, Selasa, 9 April 2025.
Baca Juga: Parade Putri Bunga Siap Sambut Wisatawan Selecta saat Lebaran
Dari catatan yang dihimpun manajemen, rata-rata pengunjung Selecta pada liburan Lebaran tahun ini hanya berkisar 3 ribu orang per hari. Pada puncaknya pun, angka kunjungan mentok di kisaran 3.500 orang, jauh dari capaian tahun lalu yang bisa menembus 5.000 pengunjung per hari.
"Tentu hal ini berakibat pada turunnya laba. Apalagi setiap tahun kita punya kewajiban untuk menaikkan gaji karyawan setiap tahun berdasarkan kenaikan UMK," jelas Sujud.
Tak hanya taman rekreasi yang terdampak, penurunan jumlah pengunjung juga terasa di sektor penginapan. Hotel Selecta yang biasanya ramai terisi selama musim liburan, kali ini harus rela melihat kamar-kamar yang kosong. Okupansi hotel turun seiring lesunya daya beli masyarakat dan jarak yang terlalu dekat antara libur Nataru dan Lebaran tahun ini.
Baca Juga: Hotel Murah Dekat Selecta Batu dengan View Alam, Tarif Rp150 Ribu Semalam
"Okupansi Hotel Selecta juga sama turun 30%. Kita juga tahu daya beli masyarakat tahun ini juga menurun. Sehingga sedikit banyak berpengaruh pada dunia wisata," imbuh Sujud.
Penurunan ini seolah mengonfirmasi kondisi perekonomian nasional yang sedang lesu, tercermin juga dari data arus mudik di Terminal Purabaya, Surabaya. Pihak terminal mencatat, jumlah pemudik turun sekitar 25 persen dibanding tahun sebelumnya.
"Data detail saya tidak hapal. Tapi laporan sementara kami, ada penurunan penumpang total sekitar 25 persen pada arus mudik tahun ini," ungkap Kepala Pengelola Terminal Purabaya, Achmad Badik, Rabu (2/4/2025).
Badik menambahkan, panjangnya masa libur dan lebih fleksibelnya cuti Lebaran membuat pola arus mudik menyebar, sehingga tidak terjadi penumpukan seperti tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, angka pemudik tetap lebih rendah dibanding Lebaran 2024.
Sementara itu, Taman Rekreasi Selecta sendiri merupakan salah satu destinasi wisata tertua di Jawa Timur, yang telah berdiri sejak era kolonial Belanda pada 1928. Nama "Selecta" diambil dari bahasa Belanda “Selectie” yang berarti ‘pilihan’, karena pada masanya tempat ini merupakan lokasi liburan favorit kalangan elite Belanda.
Daya tarik utama Selecta adalah panorama taman bunga yang memanjakan mata, kolam renang dengan udara sejuk khas pegunungan, serta sejarah panjang yang melekat, termasuk vila Bimasakti yang pernah disinggahi Presiden Soekarno.
Meski angka pengunjung tahun ini turun drastis, Selecta tetap berkomitmen menjaga kualitas pelayanan dan fasilitas. Pengelola berharap geliat pariwisata di Kota Batu akan segera pulih, seiring membaiknya kondisi ekonomi nasional.
Karena bagaimanapun, di tengah udara sejuk dan taman penuh warna, Selecta masih menyimpan cerita nostalgia yang tak lekang oleh waktu bagi para wisatawan. (my)
Editor : A. Nugroho