BATU - Lukisan bangunan bersejarah di Indonesia terpajang rapi di Galeri Raos sejak 22 November lalu.
Karya seni itu tampak dikerjakan dengan teknik yang detail.
Sehingga, gaya arsitektur kuno masih terlihat begitu kental.
Salah satu lukisan yang paling mengesankan yakni Candi Prambanan.
Lukisan salah satu situs warisan dunia UNESCO itu disuguhkan secara unik.
Sebab, Candi Prambanan tak digambarkan dengan romantisasi panorama alam yang indah.
Melainkan dipadukan dengan potret bangunan-bangunan modern.
Tentu pelukisnya menitipkan nilai filosofis dari kolaborasi pemandangan bangunan lintas peradaban itu.
Sesuai temanya, Tamasya, pelukis ingin mengajak pengunjung masuk dalam dimensi masa lalu.
Berwisata sejarah melalui lukisan bangunan yang menjadi warisan budaya Nusantara.
Tidak hanya itu, pengunjung juga diajak berwisata batin.
Salah satunya melalui refleksi tentang perkembangan peradaban.
Karya menakjubkan itu adalah buah karya seniman kelahiran Yogyakarta, Totarist Sosial Merbawani.
Tentu lukisan Candi Prambanan itu bukan satu-satunya karya yang dipajang dalam pameran tunggalnya.
Namun, ada 16 karya lukis lain yang tak kalah mengesankan.
Bahkan, ia juga memamerkan satu karya instalasi.
Masih dalam tema yang sama.
“Lukisan-lukisan yang saya buat sangat memperhatikan nilai dalam objek sejarah,” ucap Totarist.
Proses kreatifnya tak lepas dari pengalaman pribadi sebagai pengelola taman wisata.
Dari sanalah sensitifitas seni yang mengangkat filosofi sejarah dan peradaban mulai terasah.
Totarist menilai tempat bersejarah bukan hanya untuk dikunjungi saja.
Namun, juga perlu peran nyata manusia untuk menjaga kelestariannya.
Terutama agara modernisasi tidak menggusur nilai sejarah dan peradaban yang ada.
“Sebab, kehidupan akan terus berkembang. Tugas kita adalah menjaga dan merawat,” pungkasnya. (ori/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana