RADAR BATU - Untuk kalian yang sudah pernah menonton film Netflix Gadis Kretek pasti tidak asing dengan Wisata Pesarean Gunung Kawi.
Tempat ini muncul beberapa kali baik di dalam film maupun novel Gadis kretek karya Ibu Ratih Kumala.
Dilansir dari website Pesarean Gunung Kawi, Tempat ini sudah terkenal sejak tahun 1900-an.
Populernya, sebagai tempat para peziarah yang mencari motivasi dan ide untuk memulai usaha di masa awal kemerdekaan.
Yang membuat Wisata Gunung Kawi berbeda dari wisata alam lainnya adalah karena tempat ini tidak hanya menawarkan kecantikan alamnya.
Tapi juga keunikan adat istiadat disana serta religinya, dimana ada tiga culture yang hidup beriringan.
Baca Juga: Sweet Escape, Ledok Ombo Poncokusumo Malang
Yaitu Kejawen, Islam dan Tionghoa.
Lokasi Wisata Pesarean Gunung Kawi ada di Jalan Pesarean, Sumbersari, Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.
Kalau berangkat dari Malang, kalian bisa langsung lewat Jalibar karena untuk perjalanan menggunakan mobil, lewat jalibar lebih mudah.
Untuk tiket masuk ke dalam komplek pesarean itu gratis, tidak dipungut biaya sama sekali. Karena pada dasarnya, siapapun boleh ziarah ke pesarean.
Tapi untuk jam bukanya ada beberapa sesi.
Yang pertama jam 7.30 pagi sampai jam 10.30, kemudian akan buka lagi di jam 13.30 sampai jam 15.30.
Jam buka terakhirnya adalah jam 19.30 sampai 21.30.
Jangan lupa untuk membeli bunga sekar, ya. Banyak di jual di jalan ke arah gapura area pesarean.
Ada beberapa hal yang harus kalian perhatikan ketika melakukan ziarah ke makam Eyang Djoego dan Raden Mas Imam Soedjono.
Yang pertama adalah dilarang memotret area di dalam pesarean, lalu tidak boleh juga memakali pakaian tanpa lengan atau celana dan bawahan yang panjangnya di atas lutut.
Tapi jangan khawatir kalau kalian terlanjur memakai bawahan pendek, karena pihak yayasan menyediakan kain penutup.
Lalu yang terakhir khusus untuk peziarah wanita, apabila sedang dalam keadaan haid maka dilarang masuk ke area pesarean.
Baca Juga: Telusuri Keindahan Tersembunyi di Lembah Bromo Ledok Amprong
Sambil menunggu jam buka pesarean, kalian bisa menikmati kuliner di sekitar area pesarean dan di pasar dekat area pesarean.
Yang terkenal di Gunung kawi adalah ubi rebus dan tetel atau jadah yang terbuat dari beras ketan dan kelapa.
Kalau di pasarnya yang kini sudah di renovasi dengan menambahkan hiasan nuansa jepang yang lucu, ada berbagai macam makanan berat.
Mulai dari ayam bakar sampai nasi goreng bahkan masakan tradisional seperti lodeh khas blitar pun juga ada
Selain kulineran, kalian juga bisa melakukan beberapa aktivitas di lingkungan Pesarean Gunung Kawi.
Salah satunya adalah Ciam Si.
Karena di Gunung Kawi juga ada klenteng yang merupakan tempat ibadah orang Tionghoa, tidak heran kalau tempat ramalan satu ini juga ada di Pesarean Gunung Kawi.
Kalian hanya perlu membayar seikhlasnya dan kalian bisa mencoba untuk meminta petunjuk tentang jodoh, bisnis, kesehatan dan lainnya.
Kalau kalian ingin menginap, di sekitar jalan menuju pesarean ada banyak penginapan yang masih memegang teguh konsep jadul yang bernuansa jawa.
Salah satunya adalah RORO hotel yang lokasinya sangat dekat dari kompleks pesarean.
Jadi, selain berwisata religi, ada banyak juga aktivitas yang bisa dilakukan di Wisata Pesarean Gunung Kawi.
Selain itu juga ada acara seperti Suroan dan Malam Tahun Baru yang tidak boleh kalian lewatkan. (Yovella Divandra A.)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana