BATU, RADAR BATU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Butak dan Kawinajang kembali muncul sejak Sabtu (12/9). Padahal, api sempat dinyatakan padam dua hari sebelumnya pada Kamis malam (10/9). Hingga kemarin (13/9), kebakaran masih belum sepenuhnya teratasi.Berdasarkan observasi udara tim gabungan, titik api kembali terlihat di kawasan itu.
Administratur Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang Kelik Djatmiko mengatakan, pihaknya kesulitan mendeteksi lokasi pasti kemunculan api. Dia menduga, kebakaran berasal dari sisa bara api sebelumnya. Angin kencang membuat bara yang sempat dipadamkan kembali menyala.
“Akibat angin kencang, maka sisa-sisa bara api yang sempat kami padamkan kembali menyala,” ujarnya. Kelik menyebut, api di Gunung Butak telah melebar hingga kawasan sabana atau padang rumput. Kondisi rumput yang mengering, ditambah cuaca panas, membuat api lebih cepat menjalar.
Baca Juga: Pembakaran Sisa Ranting dan Bambu Picu Kebakaran Pandanrejo Kota Batu - Radar Batu
Medan terjal dan angin kencang juga menyulitkan pemadaman melalui jalur darat. Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim berencana mengerahkan water bombing lagi. Pelaksanaannya menyesuaikan kecepatan angin. Tujuannya agar operasi pemadaman melalui udara berjalan optimal.
Kelik menambahkan, pemadaman dari darat berisiko membahayakan keselamatan tim. Selain medan yang sulit, angin kencang dapat mempercepat pergerakan api dan menyulitkan petugas menjangkau titik kebakaran.
Kebakaran pertama kali terjadi pada 1 September di Petak 100, dekat Pos 3 Gunung Butak. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama. Namun, kebakaran kembali muncul pada 4 September. Penyabanya, angin kencang dan cuaca panas. Hal itu membuat bara tersisa kembali membakar lahan.
Baca Juga: Terlilit Utang, Perempuan Asal Lumajang Bobol Rumah Kosong di Bumiaji Batu - Radar Batu
Sejak itu, kebakaran berlangsung hampir sepekan. Tim gabungan melakukan pemadaman menggunakan berbagai metode. Mulai manual hingga water bombing. Titik api sempat tidak terpantau pada 10 September malam. Sehari berikutnya, tim melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa.
Namun, titik api kembali muncul pada Sabtu (12/9). Dengan kondisi tersebut, pendakian Gunung Butak, Panderman, dan Bokong masih ditutup hingga waktu yang belum ditentukan. “Karena situasi belum kondusif, rencana pembukaan pendakian dalam beberapa hari ke depan akan kami tunda kembali,” pungkasnya.
Editor : Fajar Andre Setiawan