BATU, RADAR BATU - Jalan Ir. Soekarno dan Jalan Abdul Manan Wijaya, Pujon, ditetapkan sebagai dua titik rawan kecelakaan atau black spot di wilayah hukum Kepolisian Resor (Polres) Batu. Sepanjang tahun ini, kecelakaan di dua ruas tersebut menimbulkan korban meninggal dunia dan luka-luka.
Penjabat Sementara (Ps) Kepala Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Batu Aiptu Nurhadi Santosa mengatakan, dua lokasi itu masuk pemetaan terbaru titik rawan kecelakaan. Jalan Ir. Soekarno menjadi salah satu titik rawan karena merupakan jalur utama penghubung Malang-Batu.
Pengendara cenderung melaju dengan kecepatan tinggi. Dalam setahun terakhir, tercatat 17 kecelakaan dengan dua korban meninggal dunia dan 26 orang luka ringan. “Rata-rata kecelakaan terjadi karena faktor manusianya,” imbuhnya.
Salah satunya terjadi pada 17 Agustus 2026. Kecelakaan diduga dipicu pengemudi yang mengantuk saat melaju dari arah barat ke timur. Mobil Honda City tersebut kemudian menabrak sejumlah sepeda motor dari arah berlawanan.
Baca Juga: Indonesia Berangkat ke Asian Games 2026, Timnas Basket Siap Hadapi Raksasa Asia! - Radar Batu
Sebelum tabrakan beruntun, mobil melaju kencang dari arah barat dan mengambil jalur kanan. Dari arah berlawanan, sejumlah sepeda motor melaju dengan kecepatan sedang. Pengendara motor tidak sempat menghindar sehingga terjadi tabrakan.
Bagian depan mobil rusak. Tiga dari empat motor juga mengalami kerusakan berat. Lima orang mengalami luka ringan dan mendapat perawatan di Rumah Sakit (RS) Hasta Brata. Sementara itu, Jalan Abdul Manan Wijaya merupakan jalur Pujon-Ngantang-Kasembon yang menghubungkan Kabupaten Malang dan Kabupaten Kediri.
Ruas tersebut memiliki turunan, tanjakan, dan tikungan tajam yang meningkatkan risiko kecelakaan. “Tahun ini, terjadi 20 kecelakaan di jalan tersebut dengan dua korban meninggal dunia, satu orang luka berat, dan satu orang luka ringan,” pungkasnya.
Editor : Fajar Andre Setiawan