BPBD Kota Batu Siaga 24 Jam Hadapi Karhutla, Antisipasi Water Bombing Disiapkan

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 15:00 WIB
GERAK CEPAT: Petugas BPBD Kota Batu memadamkan api saat kebakaran lahan di Desa Pandanrejo beberapa waktu lalu. (BPBD KOTA BATU FOR RADAR BATU)
GERAK CEPAT: Petugas BPBD Kota Batu memadamkan api saat kebakaran lahan di Desa Pandanrejo beberapa waktu lalu. (BPBD KOTA BATU FOR RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU – Pemkot Batu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Posko BPBD Kota Batu disiagakan selama 24 jam. Koordinasi dengan BNPB juga diperkuat untuk mengantisipasi kemungkinan karhutla berskala besar, termasuk opsi dukungan peralatan water bombing.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu Gatot Noegroho mengatakan pemerintah telah menerbitkan SK Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan. Status tersebut menjadi dasar memperkuat koordinasi dengan Perhutani, Tahura, kecamatan hingga TNI-Polri.

Baca Juga: Selain Kawah Bromo, Ini 3 Spot Alam di Malang yang Tak Kalah Memesona - Radar Batu

“Posko kami siaga 24 jam. Kami sudah menyiapkan peralatan semaksimal mungkin untuk mengantisipasi,” terangnya.

Langkah tersebut dilakukan karena Kota Batu memiliki riwayat karhutla cukup besar, terutama di kawasan lereng Gunung Arjuno-Welirang. Kewaspadaan juga meningkat setelah kebakaran terjadi di kawasan rumpun bambu Jalan Raya Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, pada 10 Juli lalu. Api membakar sekitar 0,5 hektare lahan sebelum berhasil dipadamkan.

BPBD juga memperkuat kapasitas masyarakat melalui relawan dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di desa dan kelurahan.

Editor : Fajar Andre Setiawan
siaga darurat Musim kemarau Posko BPBD karhutla bpbd kota batu