Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

18 Siswa SRMP 14 Kota Batu Dipulangkan ke Kediri

R
FOKUS: Siswa SRMP 14 Batu menyimak pembelajaran di dalam kelas beberapa waktu lalu. (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)
FOKUS: Siswa SRMP 14 Batu menyimak pembelajaran di dalam kelas beberapa waktu lalu. (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)

Advertisement

BATU, RADAR BATU - Sebanyak 18 siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 14 Batu dari Kediri dpilangkan ke daerah asalnya. Mereka dipindahkan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kediri. Pemindahan yang berlaku efektif sejak 8 Agustus lalu itu merupakan bagian dari penataan fasilitas belajar Sekolah Rakyat.

Hal itu bertujuan agar siswa bersekolah lebih dekat dengan tempat tinggal keluarga. Kepala SRMP 14 Batu Yulianah membenarkan adanya pemindahan tersebut. Dari 18 siswa yang ditarik, 17 di antaranya berasal dari Kota Kediri dan satu siswa dari Kabupaten Kediri. “Ada 18 siswa asal Kediri yang resmi ditarik untuk berpindah lokasi studi ke SRT Kediri,” katanya.

Seluruh siswa yang dipindahkan merupakan peserta didik kelas 8. Yulianah memastikan proses perpindahan telah dilakukan secara resmi. Administrasi pendidikan siswa juga sudah dimutasi ke pengelola SRT Kediri. “Pemindahan lokasi belajar bagi 18 siswa ini sudah berlaku efektif sejak 8 Agustus lalu,” bebernya.

Dengan pemindahan tersebut, jumlah siswa angkatan pertama SRMP 14 Batu berkurang. Dari sebelumnya 149 siswa menjadi 131 siswa. Siswa yang tetap berada di Kota Batu berasal dari sejumlah daerah, termasuk Kota Batu. Penataan tersebut dilakukan seiring beroperasinya fasilitas SRT di daerah asal siswa.

Dengan adanya sekolah yang lebih dekat dengan domisili keluarga, siswa tidak lagi harus menempuh pendidikan berasrama jauh dari daerah asal. Meski terjadi perpindahan siswa, pihak sekolah memastikan proses belajar mengajar bagi peserta didik yang masih berada di SRMP 14 Batu tetap berjalan normal.

Hak siswa, termasuk kurikulum, pendampingan, serta kebutuhan selama tinggal di asrama, juga tetap diberikan sesuai ketentuan. Penataan siswa tersebut menjadi bagian dari pengembangan program Sekolah Rakyat. Pemerintah secara bertahap menyiapkan fasilitas di berbagai daerah.

Hal itu dilakukan agar peserta didik dapat mengenyam pendidikan melalui sekolah yang lebih dekat dengan tempat tinggal keluarganya. Sementara itu, SRMP 14 Batu masih menunggu penyelesaian fasilitas permanen di Kota Batu. Untuk sementara, sekolah tetap berfokus pada proses pembelajaran dan pendampingan 131 siswa yang masih terdaftar.

Advertisement

Artikel Terkait

70 Siswa SR Asal Kabupaten Malang Masih Tunggu Lampu Hijau Pusat

70 Siswa SR Asal Kabupaten Malang Masih Tunggu Lampu Hijau Pusat

Sekitar 70 siswa asal Kabupaten Malang di SRMP 14 Batu masih menunggu persetujuan Kemensos untuk dipindahkan.

Aksesibilitas Jadi Catatan Calon Lokasi Sekolah Rakyat Permanen di Kota Batu

Aksesibilitas Jadi Catatan Calon Lokasi Sekolah Rakyat Permanen di Kota Batu

Rencana Sekolah Rakyat Terintegrasi Kota Batu terkendala akses jalan. Pemprov Jatim dan Pemkot menargetkan usulan ke Kemensos pada Oktober.

Gubernur Jatim Khofifah Tinjau Lahan SRT Kota Batu, Disiapkan 4 Hektare dan Akses Jadi Catatan

Gubernur Jatim Khofifah Tinjau Lahan SRT Kota Batu, Disiapkan 4 Hektare dan Akses Jadi Catatan

Gubernur Jatim Khofifah meninjau calon lahan SRT Kota Batu seluas sekitar empat hektare. Pengajuan ditargetkan Oktober, akses jalan masih j

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer