SK Siaga Darurat Karhutla Ditetapkan

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 15:31 WIB
GERAK CEPAT: Petugas BPBD Kota Batu memadamkan api saat kebakaran lahan di Desa Pandanrejo beberapa waktu lalu. (BPBD KOTA BATU FOR RADAR BATU)
GERAK CEPAT: Petugas BPBD Kota Batu memadamkan api saat kebakaran lahan di Desa Pandanrejo beberapa waktu lalu. (BPBD KOTA BATU FOR RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU - Pemkot Batu menetapkan Surat Keputusan (SK) Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kekeringan. Kebijakan itu sebagai Langkah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Melalui SK yang berlaku sejak 25 Mei 2026 itu, BPBD Bersama seluruh instansi terkait mengintensifkan Upaya pencegahan.

Mulai dari pengoperasian posko siaga 24 jam hingga penguatan koordinasi dengan relawan di Tingkat desa.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Gatot Noegroho mengatakan penetapan status siaga memberikan dasar hukum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk bergerak cepat saat terjadi bencana. “Termasuk untuk distribusi peralatan, logistik, dan pengerahan personel apabila dibutuhkan,” ujarnya pada Selasa lalu (4/8).

Sebagai tindak lanjut, BPBD mengoperasikan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) selama 24 jam. Jaringan koordinasi juga diperluas hingga Tingkat desa dan kelurahan.

Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) serta relawan kebencanaan juga dilibatkan. “Masyarakat kami imbau segera melapor ke posko apabila menemukan asap atau indikasi kebakaran sekecil apa pun agar bisa segera ditangani sebelum meluas,” katanya.

Baca Juga: Dua Gunung Jadi Titik Rawan Kebakaran Hutan-Lahan Arjuno-Welirang Paling Diwaspadai

Meski SK juga memuat status siaga kekeringan, Gatot memastikan Kota Batu hingga kini belum menghadapi ancaman krisis air bersih bagi masyarakat. Pasokan air bersih masih mencukupi sehingga belum diperlukan distribusi bantuan melalui tangki air. Karena itu, focus utama pemerintah saat musim kemarau diarahkan pada pencegahan karhutla yang dinilai memiliki Risiko lebih tinggi.

Beberapa titik api memang sempat muncul di sejumlah lokasi dalam beberapa waktu terakhir. Namun seluruhnya berhasil dipadamkan sebelum berkembang menjadi kebakaran besar. Menurut Gatot, kesiapsiagaan tersebut merupakan pembelajaran dari peristiwa kebakaran hutan berskala besar di lereng Gunung Arjuno-Welirang pada 2019 dan 2023.

Baca Juga: BPBD Waspadai Karhutla Gunung Arjuno-Welirang, Kebakaran 5.094 Hektare Jadi Alarm

Saat itu, api meluas hingga wilayah Kabupaten Malang dan Kabupaten Pasuruan. Operasi pemadaman udara (water bombing) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun terpaksa dilakukan. Dengan status siaga yang telah ditetapkan, BPBD berharap respons penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Selain itu, kewaspadaan masyarakat selama musim kemarau juga meningkat. (yun/dre)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
Pusdalops SK karhutla BPBD