92 Persen Pencari Kerja Berhasil Terserap Industri

Fajar Andre Setiawan • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 15:27 WIB
PELATIHAN KERJA: Sejumlah pemuda mengikuti pelatihan MUA yang digelar Disnaker Kota Batu untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja beberapa waktu lalu.
PELATIHAN KERJA: Sejumlah pemuda mengikuti pelatihan MUA yang digelar Disnaker Kota Batu untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja beberapa waktu lalu.

BATU, RADAR BATU - Tingkat penyerapan tenaga kerja di Kota Batu pada Semester I 2026 mencapai 92,14 persen. Dari 229 pencari kerja yang terdaftar melalui kartu Antar Kerja (AK-1), 211 orang telah terserap di dunia kerja. Meski demikian, Disnaker Kota Batu masih menghadapi kendala rendahnya minat sebagian pencari kerja untuk ditempatkan di luar daerah.

Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kota Batu Suhartini Ningsih menjelaskan capaian itu diperoleh dari data pendaftaran AK-1 di Mal Pelayanan Publik (MPP).

Selain itu, juga dari laporan penyerapan tenaga kerja dari sektor perhotelan dan pariwisata. “Data serapan yang kami miliki merupakan data secara global,” ujarnya.

Disnaker memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sekitar Rp 200 juta untuk setiap kegiatan pelatihan berbasis kompetensi. Tujuannya
agar tingkat penyerapan tenaga kerja bisa dipertahankan. Anggaran tersebut digunakan untuk membiayai bahan praktik, konsumsi, honor instruktur, hingga transportasi peserta.

Baca Juga: Guna Selaraskan Kebutuhan Industri, Wamenaker Tegaskan 5 Prioritas Akselerasi Ketenagakerjaan

Namun, peluang kerja yang telah difasilitasi belum seluruhnya dimanfaatkan pencari kerja. Menurut Suhartini, sejumlah peserta pelatihan memilih tidak mengikuti proses penempatan. Sebab, enggan bekerja di luar Kota Batu. “Kami sudah memfasilitasi peluang magang dan rekrutmen hingga ke luar kota seperti Surabaya dan hotel bintang lima,” katanya.

Disnaker juga terus menyesuaikan materi pelatihan dengan kebutuhan dunia usaha. Pemetaan dilakukan bersama Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Hal itu menunjukkan kebutuhan tenaga kerja masih tinggi pada bidang akuntansi perpajakan, teknisi perhotelan, dan pastry.

Sebagai tindak lanjut, Disnaker berencana membuka pelatihan akuntansi perpajakan. Rencana pelaksanaannya pada perubahan anggaran tahun ini. Pelatihan akan bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama.

Baca Juga: Cetak SDM Unggul, Siswa SMKN 1 Batu Dilirik Industri Nasional Usai Berjaya di LKS Jatim

Program pelatihan tersebut mendapat respons positif dari peserta. Salah satunya disampaikan Sufahmi Anggraheni, warga Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo. Sebelumnya, dia mengikuti pelatihan bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Program BNSP ini membantu meningkatkan keterampilan sekaligus menjadi nilai tambah saat melamar pekerjaan,” ujarnya. Disnaker mengoptimalkan penyebaran informasi lowongan kerja melalui media sosial resmi.

Pasalnya, pelaksanaan job fair tatap muka ditunda lantaran efisiensi anggaran. Kolaborasi juga diperkuat dengan Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK, Ikatan Mahasiswa Kota Batu (Imakoba), dan mahasiswa KKN Universitas Brawijaya. (kr2/dre)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
Apindo TKDV bnsp DBHCHT