BATU, RADAR BATU - Pengerjaan Proyek Strategis Daerah (PSD) Preservasi Simpang Empat Patih mulai memasuki tahap pembongkaran Jalan Hasanudin kemarin (23/7). Satu unit ekskavator dikerahkan untuk mengupas lapisan aspal lama sepanjang 120 meter. Sementara, beberapa truk tampak bergantian mengangkut material hasil pengerukan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu memastikan ruas sepanjang 120 meter tersebut akan dibangun ulang menggunakan konstruksi beton rigid.
Langkah ini diambil karena jalan kerap dilintasi kendaraan bertonase berat. Hal itulah yang membuat aspal jalan di sana cepat rusak.
Baca Juga: Proyek Simpang Patih Dimulai, Jalan Hasanudin Ditutup
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek sekaligus Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Batu Eko Setiawan mengatakan penggantian konstruksi menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi biaya pemeliharaan. “Ruas ini kami bongkar total dan diganti beton rigid karena konstruksi aspal sudah tidak mampu menahan beban kendaraan berat,” ujarnya.
Pengerjaan diperkirakan berlangsung sekitar 60 hari. Mulai dari penggalian, pemasangan tulangan, pengecoran, hingga proses pengeringan beton selama 28 hari. Selain Jalan Hasanudin, proyek juga mencakup pelebaran kawasan Simpang Patih.
Persimpangan yang menghubungkan Jalan Panglima Sudirman, Trunojoyo, Indragiri, dan Hasanudin itu akan diperluas sekitar 40 persen. Selain itu, perkerasan beton juga akan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas jalan dan mengurangi kemacetan. (ori/dre)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang