BATU, RADAR BATU - Volume penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 54.653.09 Sisir, Kota Batu, melonjak tajam hingga menyentuh angka 6.200 liter dalam sehari pada Jumat lalu (26/6). Lonjakan ini memicu antrean panjang kendaraan bermesin diesel hingga melumpuhkan sebagian ruas jalan.
Angka penjualan tersebut tercatat naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan rata-rata harian normal. Pada hari kerja biasa, SPBU ini hanya menghabiskan pasokan berkisar antara 2.000 hingga 3.000 liter solar.
BACA JUGA: Yuk, Intip Rahasia Bekal Makan Siang yang Benar-Benar Bergizi!
Kemacetan parah yang terjadi sejak pukul 10.00 hingga 17.00 itu dipicu kekosongan pasokan solar di beberapa SPBU terdekat. Konsumen akhirnya berhamburan memadati SPBU Sisir sebagai titik pengisian terdekat yang masih memiliki ketersediaan BBM.
Pengawas SPBU Sisir Benny Eko menjelaskan, limpahan arus kendaraan tersebut murni faktor eksternal. “Diduga SPBU di daerah Beji, Lahor, dan Pandanrejo sedang kehabisan stok, sehingga larinya ke SPBU sini dan terjadi antrean panjang sepanjang jalan,” ujarnya.
BACA JUGA: Korea Selatan Tersingkir, Hong Myung-bo Putuskan Mundur dari Kursi Pelatih
Benny menerangkan, tingkat konsumsi normal di SPBU Sisir sejatinya sangat terukur dan stabil. Bahkan saat akhir pekan, tingkat penjualan hanya menyentuh batas maksimal 4.000 liter. Kejadian pada Jumat lalu diakui benar-benar di luar estimasi reguler perusahaan.
Kendati grafik penjualan melonjak tajam, pihak manajemen memastikan seluruh mekanisme pelayanan tetap berjalan teratur dan tidak ada kelangkaan pasokan di Kota Batu. “Kemarin murni karena bertepatan dengan akhir pekan yang padat dan kebetulan SPBU lain sedang kehabisan stok retail,” tegas Benny.
BACA JUGA: Revitalisasi Stadion Gelora Brantas Kota Batu Tunggu Lampu Hijau Pusat
Masyarakat pun diimbau untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying). Sebab, distribusi dipastikan aman. Kelancaran operasional SPBU Sisir juga dijamin dengan jadwal suplai harian yang dikirim berkala dari depo utama Pertamina di Kota Malang.
Distribusi pengiriman tangki BBM tersebut diklaim bebas hambatan. “Tidak pernah ada keterlambatan berarti. Estimasi maksimal pukul 11.30 atau rata-rata pukul 10.00 pagi tangki penampungan SPBU kami sudah terisi penuh kembali,” pungkasnya. (kr2/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan