BATU, RADAR BATU – Arus lalu lintas di kawasan Simpang Patih (Simpang Orchid) resmi berubah total. Mulai proyek preservasi infrastruktur dikerjakan, ruas Jalan Hasanudin di kawasan tersebut ditutup penuh selama tiga bulan. Kendaraan pribadi dialihkan melalui Jalan Mawar dan Jalan Melati. Sementara, bus pariwisata dan truk wajib memutar melalui Jalan Suropati.
Rekayasa lalu lintas tersebut bertujuan menghindari kemacetan di jalur permukiman. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu Esty Dwiastuti mengatakan, penutupan dilakukan karena proyek tidak hanya mencakup perbaikan jalan. Namun, juga pelebaran simpang dan pembangunan jalan beton (rigid pavement).
“Pelebaran jalan nantinya sekitar 10 meter,” ujarnya. Selain itu, ruas Jalan Hasanudin akan dibangun menggunakan konstruksi beton menggantikan aspal. Akses jalan harus ditutup selama 24 jam penuh hingga pekerjaan selesai. Sebab, proses pengerjaan membutuhkan waktu pengeringan.
BACA JUGA: Yuk, Intip Rahasia Bekal Makan Siang yang Benar-Benar Bergizi!
Menurut Esty, proyek preservasi tersebut juga mencakup penataan simpang yang menghubungkan Jalan Indragiri, Jalan Trunojoyo, dan Jalan Hasanudin. Selama pekerjaan berlangsung, DPUPR berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Batu Ahmad Supriyanto menjelaskan, ruas yang ditutup membentang sekitar 100 meter. “Penutupan dimulai dari pertigaan depan Indomaret hingga tugu batas Desa Pesanggrahan. Untuk kendaraan roda dua dan mobil pribadi, kami mengarahkan pengguna jalan melalui Jalan Mawar dan Jalan Melati,” ungkapnya.
Namun, jalur tersebut tidak boleh dilintasi bus dan truk. Pasalnya, jalur tersebut berada di kawasan permukiman dengan lebar jalan terbatas. Warga yang tinggal di sekitar lokasi proyek tetap diperbolehkan melintas melalui jalur alternatif terdekat untuk mengakses rumah masing-masing.
BACA JUGA: Korea Selatan Tersingkir, Hong Myung-bo Putuskan Mundur dari Kursi Pelatih
Sementara itu, kendaraan besar dari arah Kota Batu menuju Pujon diarahkan memutar melalui Jalan Suropati. Dari simpang Taman Makam Pahlawan (TMP), kendaraan diarahkan menuju Jalan Imam Bonjol, melintasi simpang BCA, kemudian masuk Jalan Panglima Sudirman hingga kembali ke Jalan Trunojoyo.
Skema serupa juga diberlakukan untuk arus dari arah sebaliknya. Untuk memandu pengguna jalan, Dishub akan memasang rambu pengalihan arus dan papan informasi di sejumlah titik, antara lain di Jalan Suropati, Jalan Trunojoyo, Jalan Samadi, dan Jalan Indragiri.
BACA JUGA: Si Kecil Mulai Ngamuk? Jangan Panik, Ini Tips Jitu Atasi Anak Tantrum!
Barrier juga dipasang di mulut Jalan Mawar dan Jalan Melati agar kendaraan besar tidak masuk ke jalur alternatif. Dishub juga menyiapkan personel di titik-titik rawan kemacetan. Sedikitnya dua petugas akan disiagakan di kawasan Hasanudin Utara dan Hasanudin Selatan, terutama saat akhir pekan ketika volume kendaraan meningkat.
“Kalau akhir pekan dan arus mulai padat, petugas akan melakukan buka-tutup secara manual,” kata Ahmad. Penutupan jalan akan berlangsung selama masa pengerjaan proyek. Sesuai kontrak, pekerjaan ditargetkan selesai dalam 150 hari kalender atau sekitar September mendatang sehingga arus lalu lintas dapat kembali normal. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan