BATU, RADAR BATU - Wakil Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batu berinisial SA diduga terlibat kasus pengeroyokan terhadap warga sipil berinisial RC. Insiden pemukulan massal ini meledak di sebuah gedung serbaguna di Kota Batu pada 2 Juni dini hari, sesaat setelah korban selesai menyaksikan turnamen bulu tangkis.
Kasus ini kini berada di meja Satreskrim Polres Batu. Polisi telah memanggil pihak-pihak yang terlibat untuk mengurai benang merah insiden tersebut. Hingga kini, penyidik telah memeriksa sedikitnya enam orang saksi. Kasat Reskrim Polres Batu AKP Zainal Arifin membenarkan adanya pengaduan resmi dari korban.
BACA JUGA: Geser Apel, Jeruk Siam dan Sapi Perah Dominasi Sektor Agraris Kota Batu
“Ada tiga orang yang dilaporkan atas dugaan pengeroyokan secara bersama-sama. Salah satunya memang benar Wakil Ketua KONI Kota Batu,” ujarnya. Untuk memperkuat penyelidikan, penyidik tidak hanya mengandalkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Polisi telah mengamankan dokumen visum et repertum milik korban.
Hasil visum ini menjadi barang bukti awal yang sah untuk menguji tingkat keparahan luka fisik yang diderita RC. Zainal menambahkan pihak terlapor menunjukkan sikap kooperatif. Mereka telah hadir memenuhi undangan resmi penyidik.
BACA JUGA: Berburu Potret Pusat Galaksi Bimasakti di Musim Bediding Kota Batu
Kehadiran ini digunakan terlapor untuk memberikan klarifikasi sekaligus pembelaan dari sudut pandang mereka. Saat ini, proses hukum masih terus bergulir. “Saksi-saksi dan terlapor sudah kami periksa semuanya. Perkembangannya pasti akan kami perbarui ke publik,” tegas Zainal. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan