Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Kawasan Stadion Gelora Brantas Kota Batu Dibidik Jadi Pusat Seni Baru

Rori Dinanda Bestari • Sabtu, 6 Juni 2026 | 19:30 WIB
BAKAL DIRENOVASI: Salah seorang pengunjung melihat kondisi Stadion Gelora Brantas beberapa waktu lalu. RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU
BAKAL DIRENOVASI: Salah seorang pengunjung melihat kondisi Stadion Gelora Brantas beberapa waktu lalu. RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU

 

BATU, RADAR BATU - Kehilangan infrastruktur panggung utama tak lantas mematikan urat nadi kreativitas para pelaku budaya di Kota Batu. Pascapenutupan Gedung Kesenian Mbatu Aji yang divonis gagal secara struktur bangunan pada awal Februari lalu, Dewan Kesenian Kota Batu (DKKB) langsung mendesak pihak legislatif.

Melalui audiensi resmi dengan Komisi B DPRD Kota Batu pada 2 Juni lalu, para seniman menuntut kepastian pembangunan ruang berekspresi baru. Tujuannya agar ekosistem budaya daerah tidak jalan di tempat. Sembari menanti realisasi infrastruktur yang permanen, aktivitas kesenian kini terpaksa berpindah-pindah.

BACA JUGA: Tiga Kandidat Sekda Kota Batu Lolos Seleksi Terbuka, Kini Menunggu Keputusan Wali Kota

Ketua DKKB Kota Batu Sunarto menyebut para seniman memilih mengungsi dan memaksimalkan sejumlah fasilitas publik agar roda pelestarian seni tetap berputar. Fokus kegiatan saat ini disebar di sejumlah titik. Di antaranya Batu Tourism Mall (BTM), Museum dan Galeri Kota Batu, serta Amphiteater Arjuna Wiwaha.

Langkah memburu fasilitas baru terus dikebut melalui komunikasi intensif dengan parlemen dan Disparta. Pemkot disebut sedang merancang fasilitas seni berkonsep modern yang terintegrasi dengan wacana Batu Artpreneur. Merespons rencana tersebut, Sunarto langsung menyodorkan dua opsi lahan strategis sebagai pijakan pembangunan.

BACA JUGA: Jangan Minder Jadi Introvert, Banyak Jurusan Kuliah yang Justru Membutuhkan Karakter Ini

Secara emosional dan historis, lahan bekas Gedung Mbatu Aji di Jalan Oro-Oro Ombo masih menjadi bidikan utama para seniman. Namun, Sunarto menyadari tingginya kerumitan persoalan nonteknis yang membelit aset tersebut. Sebagai solusi logis, dia mengajukan kawasan di sekitar Stadion Gelora Brantas sebagai alternatif kedua yang paling potensial.

Pemilihan area stadion dinilai jauh lebih rasional dari segi daya dukung infrastruktur dan kapasitas tampung. Sunarto menyoroti keterbatasan jalan di kawasan Arjuna Wiwaha yang sangat menyulitkan manuver kendaraan berat. Truk logistik dan bus pengangkut properti seni akan kesulitan mengakses jalur tersebut. (ori/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#bakal direnovasi #Stadion Gelora Brantas #kota batu