BATU, RADAR BATU - Pembiaran fasilitas publik berisiko tinggi menjadi potret buram tata kelola ruang terbuka hijau di Kota Batu. Wahana bianglala yang telah menjadi ikon Alun-Alun Kota Batu kini hanya berdiri sebagai monumen mangkrak akibat ketiadaan intervensi Pemkot Batu sejak resmi dinonaktifkan pada 2023 lalu.
Hingga awal pekan ini, ratusan pelancong terpaksa gigit jari lantaran tak bisa menikmati wahana kerakyatan itu. Penjaga wahana Alun-Alun Kota Batu Agus Irawan menjadi saksi mandeknya birokrasi pemeliharaan aset tersebut. Pria 46 tahun ini rutin menjadi sasaran kekecewaan pengunjung yang kecele.
BACA JUGA: Habis Jalan-Jalan di Batu, Ini Tempat yang Cocok Buat Duduk Santai dan Ngobrol Lama
“Laporan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sejatinya sudah sering dilayangkan. Janjinya akan segera diganti dengan yang baru, tetapi realisasinya nihil sampai sekarang,” keluh Agus. Mengabdi sejak 2011, Agus tahu daya magis bianglala ini. Ia menyebut, mayoritas wisatawan datang murni karena tergiur menikmati pemandangan kota dari ketinggian.
“Tahun 2014 adalah masa keemasannya. Antrean pengunjung membludak mengular panjang hingga menembus luar arena loket,” kenangnya. Kini, daya pikat itu musnah.
BACA JUGA: Syarat dan Prosedur Mengurus Akta Kelahiran, Simak Panduannya
Tanda-tanda kerusakan struktural bianglala sejatinya bukan hal baru. Kerusakan fatal pertama kali terdeteksi pada 2018 ketika mesin tiba-tiba macet saat sedang beroperasi.
Sayangnya, pembiaran terus dilakukan. Wahana tetap dipaksa beroperasi sebelum akhirnya ditutup total pada 2023 guna mencegah jatuhnya korban jiwa. “Faktor usia tidak bisa bohong. Alat ini sudah digunakan sejak 2011,” tegas Agus.
Ketiadaan anggaran perawatan yang jelas juga membunuh wahana taman bermain alias playground di sekitarnya. Sejumlah fasilitas dibiarkan hancur. “Perosotan dan ayunan banyak yang dibiarkan rusak. Beberapa komponen bahkan terpaksa kami lepas karena sangat membahayakan keselamatan anak-anak,” pungkasnya. (Muhammad Afif Halimatul Mustofa/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan