Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Revitalisasi Playground Alun-Alun Kota Batu Mundur Tahun Depan

Rori Dinanda Bestari • Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:00 WIB
SEGERA BERSOLEK: Anak-anak memadati area playground di kawasan Alun-Alun Kota Wisata Batu kemarin (29/5). Kondisi wahana bermain yang kian memprihatinkan terpaksa terus difungsikan sambil menunggu turunnya anggaran peremajaan tahun depan.
SEGERA BERSOLEK: Anak-anak memadati area playground di kawasan Alun-Alun Kota Wisata Batu kemarin (29/5). Kondisi wahana bermain yang kian memprihatinkan terpaksa terus difungsikan sambil menunggu turunnya anggaran peremajaan tahun depan.

 

BATU, RADAR BATU - Ekspektasi warga dan wisatawan untuk segera menikmati playground yang aman bagi anak-anak di Alun-Alun Kota Batu harus menabrak tembok keterbatasan fiskal daerah. Rencana peremajaan wahana bermain yang kini kondisinya memprihatinkan dan mengancam keselamatan, dipastikan tertunda hingga tahun anggaran 2027.

Keputusan tersebut terpaksa diketuk karena Pemkot Batu tidak memiliki ruang anggaran yang cukup untuk mengeksekusi proyek tersebut tahun ini. “Dalam perencanaan anggaran memang baru bisa direvitalisasi tahun depan,” ungkap Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Pemeliharaan Lingkungan, dan Pertamanan DLH Kota Batu, Reni Widiastutik.

BACA JUGA: Dinkes Targetkan Skrining IVA 1.300 Perempuan per Tahun, BPJS Kesehatan Jamin Proteksi Finansial Total dari Fase Preventif hingga Kuratif

Kebutuhan peremajaan fasilitas ini sejatinya mendesak. Pantauan di lapangan menunjukkan terjadinya degradasi infrastruktur yang masif dan membahayakan. Karpet rumput sintetis yang berfungsi sebagai alas pelindung benturan tampak koyak, menyisakan lubang-lubang menganga di berbagai sudut.

Tidak hanya itu, sejumlah perosotan anak terlihat kusam. Lapisan catnya mengelupas. Reni menepis anggapan adanya kelalaian perawatan rutin dari pihak dinas. Ia berdalih kerusakan tersebut murni akibat faktor kelelahan material lantaran termakan waktu.

BACA JUGA: Mengapa Banyak Pelajar Melewatkan Sarapan Sebelum Sekolah? Ini Penjelasannya

“Wahana playground kita ini sudah berumur 16 tahun. Jadi, secara teknis memang sudah waktunya dilakukan pembaruan total,” kilahnya. Selain mengganti wahana bermain, proyek pemugaran pada tahun depan rencananya akan menyapu bersih fasilitas penunjang lain.

Area air mancur, kolam air bermain, serta sarana estetik di kawasan alun-alun yang terdata rusak akan direnovasi serentak. Ironisnya, kondisi fasilitas yang usang dan tak representatif ini tidak menyurutkan hasrat bermain anak-anak setiap harinya.

BACA JUGA: Siswa Terlalu Keras pada Diri Sendiri, Apa Dampaknya bagi Mental?

Guna mencegah insiden yang tak diinginkan di area publik, DLH terpaksa menerapkan mitigasi darurat secara manual. Reni memastikan pihaknya telah mengeliminasi dan mencopot aset-aset wahana yang dinilai terlalu ringkih dan berisiko memicu cedera fatal.

“Untuk menambal kelemahan infrastruktur ini, teman-teman petugas di alun-alun kami instruksikan melakukan pengawasan langsung secara full shift di lokasi," tegasnya. (ori/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#revitalisasi playground #revitalisasi diundur tahun depan #Alun-alun Kota Wisata Batu