BATU - Sebanyak 32 personel gabungan Satlantas Polres Batu, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satpol PP siaga di lima titik strategis pengamanan arus lalu lintas mulai kemarin sore (27/5). Hal itu dilakukan guna mengantisipasi kelumpuhan arus akibat proyeksi tingginya kunjungan wisatawan pada libur panjang Idul Adha 1447 Hijriah.
Langkah ini juga diambil menyusul meluasnya sebaran titik rawan macet alias trouble spot dan jalur tengkorak atau black spot yang diprediksi mencapai puncak kepadatan hingga Minggu (31/5). Lima titik ploting utama meliputi Simpang Arhanud, Pertigaan Pendem, Simpang Beji, Taman Makam Pahlawan (TMP), dan kawasan Bendo.
BACA JUGA: DPUPR Kota Batu Disorot usai Lempar Tanggung Jawab Relokasi Pedagang Simpang Patih
Jalan Abdul Manan dan Jalan Ir. Soekarno dikategorikan sebagai black spot atau jalur rawan kecelakaan fatal. Sementara itu, Jalan Diponegoro dan Jalan Bukit Berbunga masuk dalam daftar trouble spot akibat potensi penyempitan arus kronis yang kerap mengular setiap akhir pekan. Ancaman keselamatan terbesar juga masih membayangi jalur alternatif Klemuk.
KBO Satlantas Polres Batu Ipda Didik Choirul Hadi membongkar fakta bahwa rute ekstrem tersebut masih ramai dilewati pengendara meski statusnya telah ditutup akibat tingginya angka kecelakaan fatal. Hal itu disinyalir dipicu kegagalan pembaruan sistem navigasi digital.
BACA JUGA: Giliran Eks Kadiskumperindag Kota Batu Diperiksa Kejaksaan
“Kami sudah resmi mengajukan penghapusan jalur Klemuk dari Google Maps, tapi rute berbahaya itu terpantau belum terhapus dari sistem,” ungkap Didik. Ia memperingatkan para pengendara agar tidak serta merta mengikuti panduan aplikasi navigasi dan mengutamakan keselamatan fisik. (Ramizard Rafsanjani/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan