Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

226 Jemaah Haji Asal Kota Batu Wukuf di Tengah Pengawasan Medis Ketat

Fajar Andre Setiawan • Rabu, 27 Mei 2026 | 19:00 WIB
SEMRINGAH: Raut wajah para jemaah haji asal Kota Batu saat bersiap menghadapi puncak ibadah di fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
SEMRINGAH: Raut wajah para jemaah haji asal Kota Batu saat bersiap menghadapi puncak ibadah di fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

 

BATU, RADAR BATU - Sebanyak 226 jemaah haji asal Kota Batu resmi menjalani ibadah wukuf di Padang Arafah pada Selasa lalu (26/5). Pergerakan massal ini menandai dimulainya fase krusial dan paling menguras stamina di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Arab Saudi.

Mobilitas jemaah diatur secara presisi. Rombongan memulai kegiatan sejak pukul 03.00 waktu setempat. Mereka dijadwalkan menjalani ibadah wukuf atau berdiam diri sejak pagi hari pada 9 Zulhijah hingga pukul 15.00 waktu setempat.

BACA JUGA: Daging Sapi vs Kambing, Mana yang Lebih Aman untuk Kolesterol Menghadapi Idul Adha?

Fase berikutnya menuntut daya tahan fisik yang prima. Pada malam 10 Zulhijah sekitar pukul 18.00, jemaah mulai didorong menuju Muzdalifah untuk mabit (bermalam). Esok paginya, mobilitas berlanjut ke Mina untuk memulai prosesi lontar jumrah aqabah.

Rangkaian melontar jumrah ini akan terus berlangsung pada hari tasyrik, yakni 11, 12, dan 13 Zulhijah. “Setelah seluruh rangkaian jumrah selesai, jemaah kembali ke Makkah untuk melaksanakan tawaf dan menuntaskan ibadah haji,” jelas Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Batu, Basuki Rachmat.

BACA JUGA: Ini Dia Wisata Instagramable di Batu yang Lagi Ramai dan Wajib Kamu Coba

Basuki menargetkan proses kepulangan jemaah bergulir bulan depan. Total 226 jemaah yang tergabung dalam satu kloter utuh ini dijadwalkan terbang ke Tanah Air pada 1 Juni. Rombongan diperkirakan mendarat di debarkasi pada 2 Juni dini hari.

Tahun ini, komposisi kloter didominasi oleh jemaah perempuan sebanyak 122 orang, berbanding 104 jemaah laki-laki. Rentang usia jemaah terbilang sangat lebar. Dewi Marrijah tercatat sebagai jemaah tertua yang berangkat pada usia 84 tahun.

Sementara predikat jemaah termuda disandang Lelyana Arifa Indah Permatasari di usia 18 tahun. Menghadapi kondisi cuaca ekstrem dan kelelahan, otoritas haji memperketat protokol kesehatan. Basuki mengklaim kondisi klinis seluruh jemaah saat ini tergolong stabil.

BACA JUGA: Rahasia Sate Kambing Empuk dan Tidak Prengus, Menu Wajib Idul Adha yang Selalu Bikin Nagih

Tim medis terus memantau asupan vitamin harian secara ketat. Para jemaah juga diinstruksikan untuk menjaga stamina melalui olahraga ringan sebelum puncak ibadah dimulai.

Secara demografis, Kecamatan Batu menyumbang kuota terbanyak dengan 128 orang. Posisi berikutnya diisi oleh Kecamatan Bumiaji dengan 54 jemaah dan Kecamatan Junrejo sebanyak 44 jemaah.

Kloter ini nyatanya tidak murni diisi oleh warga administratif Kota Batu. Sejumlah jemaah dari wilayah perbatasan Kabupaten Malang turut bergabung. Mereka berasal dari Kecamatan Dau, Karangploso, Pujon, dan Ngantang. (aff/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#jemaah haji Kota Batu #wukuf #tanah suci