BATU, RADAR BATU - Lonjakan kunjungan pelancong ke Alun-Alun Kota Batu tidak diimbangi dengan kedisiplinan wisatawan dalam menjaga kebersihan lingkungan. Fenomena ini tampak nyata saat ribuan wisatawan menyerbu jantung kota itu sepanjang long weekend Kenaikan Isa Almasih yang puncaknya terjadi pada Minggu lalu (17/5).
Area pusat kota tersebut mendadak kehilangan pesonanya. Tempat sampah yang disediakan otoritas setempat meluber hingga tumpah ke lantai pedestrian. Kondisi ini diperparah kepulan asap rokok dari sejumlah pengunjung yang nekat melanggar zona steril asap rokok.
BACA JUGA: Piknik Santai dengan Suasana Alam Terbuka di Lembang Dieng Dau
Reyfa, seorang pelancong berusia 20 tahun asal Surabaya, menyayangkan rendahnya etika publik tersebut. Mahasiswi salah satu perguruan tinggi negeri di Malang ini menilai kenyamanan ruang terbuka merupakan tanggung jawab kolektif.
“Fasilitas tempat sampah sebenarnya melimpah. Sayang, kesadaran warga masih sangat rendah, ditambah banyak pria merokok sembarangan bukan di area khusus,” cetusnya. Selain problem sampah, buruknya pemeliharaan fasilitas bermain anak (playground) turut memantik sorotan tajam.
BACA JUGA: Beasiswa di Kota Malang 2026, Ini Beasiswa yang Bisa Kamu Daftar
Ermiyati, wisatawan asal Kediri mengungkapkan beberapa wahana membutuhkan pengecatan ulang karena sudah terlihat kusam dan tidak terawat. Ia juga mengeluhkan bianglala raksasa yang tetap mogok beroperasi hingga kini.
“Anak saya sengaja minta berlibur ke sini hanya untuk naik bianglala. Kecewa sekali karena ternyata wahana ikonik ini masih mati,” kata ibu satu anak itu. Krisis kebersihan dan lambatnya peremajaan fasilitas rekreasi ini belum mendapatkan titik terang dari pemangku kebijakan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan memilih bungkam saat dikonfirmasi terkait karut-marut tata kelola alun-alun tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pesan singkat maupun panggilan telepon dari wartawan koran ini sama sekali tidak mendapatkan respons. (aff/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan