Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Tiga Ruas Trotoar di Kota Batu Dipercantik Tahun Ini

Rori Dinanda Bestari • Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:00 WIB
BAKAL DIREVITALISASI: Kondisi trotoar di Jalan Abdul Ghani, Kelurahan Ngaglik kurang representatif. Tahun ini bakal dibangun trotoar di ruas tersebut.
BAKAL DIREVITALISASI: Kondisi trotoar di Jalan Abdul Ghani, Kelurahan Ngaglik kurang representatif. Tahun ini bakal dibangun trotoar di ruas tersebut.

 

BATU, RADAR BATU - Demi mendongkrak daya tarik pariwisata melalui penyediaan fasilitas pejalan kaki yang memadai, wajah tiga ruas trotoar di jalan protokol Kota Batu dipastikan bakal dirombak total tahun ini. Proyek fisik ini telah resmi disahkan sebagai Proyek Strategis Daerah (PSD).

Intervensi infrastruktur tersebut akan menyasar Jalan Abdul Gani, Jalan Diran, dan proyek lanjutan di Jalan Trunojoyo.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batu Aries Setiawan menegaskan tidak semua titik dikerjakan dari nol. Misalnya, pembangunan trotoar di Jalan Trunojoyo sifatnya melanjutkan. “Kami hanya merampungkan satu sisi yang belum tersentuh pada tahap sebelumnya,” urai Aries.

BACA JUGA: Hotel Bentuk Pohon Raksasa di Batu Ini Bikin Pengalaman Menginap Makin Seru

Penentuan target lokasi ini diklaim sangat strategis. Jalan Abdul Gani, misalnya, merupakan urat nadi vital yang menghubungkan pusat kota dengan kawasan penginapan dan destinasi wisata. Pelebaran jalur pedestrian di titik ini dirancang agar wisatawan bisa menikmati udara kota dengan berjalan kaki, sekaligus mengurangi dominasi kendaraan bermotor.

Meski menjanjikan perwajahan kota yang mentereng, eksekusi PSD ini dipastikan memicu efek domino di lapangan. Kapasitas bahu jalan akan terkikis secara signifikan. Pengguna jalan harus bersiap menghadapi kemacetan akibat manuver alat berat serta pembongkaran utilitas bawah tanah, seperti kabel jaringan dan pipa air.

BACA JUGA: Digelar Pekan Depan, Sidang Tuntutan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Diupayakan Cepat-Cepat

Dampak sosial tak kalah pelik turut mengintai. Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggantungkan nasib di area konstruksi terpaksa harus disingkirkan sementara waktu. Pemkot Batu mengaku tengah mematangkan skenario penataan lapak darurat. “Koordinasi lintas instansi terus kami perkuat,” tambahnya.

Pihaknya juga mengaku berupaya menjaga kelancaran lalu lintas dan menekan kerugian pelaku usaha lewat sosialisasi yang masif. Guna menghindari jebakan kemacetan di area proyek, publik didesak kooperatif mematuhi rambu darurat. Selama masa konstruksi berlangsung, masyarakat disarankan mulai memetakan jalur-jalur alternatif. (ori/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#revitalisasi jalan #kota batu #trotoar