Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Pedagang Simpang Patih Batu Ajukan 2 Lokasi Relokasi, Tak Mau Digusur Tanpa Kepastian

Rori Dinanda Bestari • Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:30 WIB
PROYEK REVITALISASI: Dua alat berat dikerahkan untuk membongkar pos polisi di Simpang Patih Kota Batu beberapa hari lalu.
PROYEK REVITALISASI: Dua alat berat dikerahkan untuk membongkar pos polisi di Simpang Patih Kota Batu beberapa hari lalu.

 

BATU, RADAR BATU - Puluhan pedagang terdampak proyek revitalisasi Simpang Patih Kota Batu mulai bergerak mencari jalan keluar sendiri. 

Menghadapi tenggat pembongkaran awal Juni mendatang, para pedagang di kawasan Jalan Indragiri mengusulkan dua opsi lokasi relokasi kepada Pemkot Batu.

Usulan itu disampaikan agar aktivitas ekonomi warga tetap berjalan dan tidak lumpuh total akibat proyek penataan kawasan tersebut.

BACA JUGA: Digelar Pekan Depan, Sidang Tuntutan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Diupayakan Cepat-Cepat

Ketua Paguyuban Pedagang Indragiri Samuel Wajib mengatakan dua lokasi yang diusulkan yakni kawasan tandon air di Jalan Hasanudin serta lahan belakang area pembongkaran di Jalan Indragiri.

“Kami menawarkan dua opsi supaya pedagang tetap bisa berjualan tidak jauh dari lokasi asal,” ujarnya.

Menurut Samuel, kepastian relokasi sangat mendesak karena sebanyak 28 pedagang saat ini masih berjualan di bawah bayang-bayang alat berat proyek revitalisasi.

BACA JUGA: Menikmati Kuliner Lezat dengan Panorama Gunung di Wisata Dusun Kuliner Kota Batu

Ia menegaskan para pedagang tidak menolak pembangunan kota. Namun, pemerintah diminta tetap memberi ruang hidup bagi masyarakat kecil yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.

“Ini soal perut. Kami tidak bisa terlalu lama menunggu tanpa kepastian,” katanya. Samuel berharap pemerintah segera memberi keputusan agar pedagang bisa menyiapkan perpindahan tempat usaha sebelum proses pembongkaran dilakukan.

Sementara itu, Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto memastikan aspirasi pedagang telah diterima pemerintah daerah. Saat ini, jajaran OPD masih melakukan pendataan sekaligus mengkaji opsi relokasi yang diajukan paguyuban.

BACA JUGA: Bahaya Self Diagnose di Kalangan Pelajar, Ini Upaya yang Dapat Dilakukan

Menurut dia, pembahasan khusus terkait nasib pedagang akan dilakukan dalam rapat koordinasi pekan depan.

“Kami akan bahas secara khusus, termasuk opsi relokasi dan ruang diskusi untuk menyerap aspirasi pedagang,” ujar Heli.

Hingga kini, para pedagang berharap proyek revitalisasi Simpang Patih tidak berakhir dengan penggusuran tanpa solusi yang jelas bagi masyarakat terdampak. (ori/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#proyek Simpang Patih #penggusuran #pengajuan relokasi #kota batu