BATU, RADAR BATU - Urgensi jaminan kehalalan produk bagi konsumen kini mulai disadari secara masif oleh pelaku usaha di Kota Batu. Tren positif ini tergambar jelas dari realisasi penerbitan Sertifikat Halal (SH) yang telah menembus angka 479 dokumen atau 47,8 persen dari total target tahun ini sepanjang Januari-April lalu.
Angka tersebut bukanlah hasil dari proses reguler yang berbelit. Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kankemenag Kota Batu Ahmad Jazuli mengungkap lonjakan ini ditopang skema self declare atau pernyataan mandiri yang digratiskan pemerintah.
“Jalur self declare mendominasi secara mutlak dengan total 468 sertifikat terbit,” ujar Jazuli.
BACA JUGA: Wisata Petik Jeruk H.Dadang Pujon Ramai Dikunjungi Saat Musim Liburan
Sementara itu, sisa angka capaian disumbang jalur lain secara sporadis. Rinciannya meliputi 6 sertifikat dari jalur reguler, 3 sertifikat reguler fasilitasi, dan 2 sertifikat dari skema self declare mandiri yang berbiaya Rp 230 ribu.
Tren impresif di caturwulan pertama ini memantik optimisme otoritas. Kemenag yakin target penerbitan 1.001 SH tahun ini akan terlampaui. Keyakinan ini berkaca pada rekam jejak tahun lalu, di mana mereka sukses mencetak 1.227 sertifikat dari patokan target yang sama.
Secara prosedural, penerbitan selembar sertifikat halal memakan waktu standar 21 hari kerja. Namun, durasi birokrasi ini sangat dinamis di lapangan. Proses bisa berjalan lebih cepat, tapi tak jarang pula melar dari tenggat.
BACA JUGA: Menepi ke Pujon Saat Long Weekend, Banyak Wisata Coban dengan Suasana Alam Asri
Keterlambatan umumnya murni dipicu buruknya kelengkapan dokumen dari pihak pelaku usaha, sehingga berkas terpaksa dikembalikan. Guna menggenjot sisa target dan meminimalisasi berkas ditolak, pemerintah tidak lagi bekerja sendirian.
Sinergi lintas sektoral digalang masif bersama Diskumperindag Kota Batu. Ekosistem pendampingan pun diperluas dengan melibatkan unsur swasta dan akademisi sebagai Pendamping Proses Produk Halal (P3H).
BACA JUGA: Dekat Santerra, Deretan Tempat Kuliner Ini Bisa Jadi Pilihan Saat Long Weekend
“Kini, ujung tombak pendampingan tak lagi didominasi ASN. Banyak pendamping dari unsur swasta yang kini memegang peran krusial di lapangan,” imbuh Jazuli. Mereka direkrut dari berbagai institusi.
Di antaranya dari Halal Center Cendekia Muslim (HCCM), Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), hingga perwakilan akademisi dari UIN Maliki dan Unisma Malang. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan