SURABAYA, RADAR BATU - Enam kandidat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu resmi menjalani uji kompetensi manajerial dan sosio-kultural di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Timur, Surabaya kemarin (11/5). Pemindahan lokasi asesmen ke luar daerah ini menjadi upaya strategis untuk menjamin objektivitas hasil penyaringan.
Enam nama besar eselon II Pemkot Batu yang bertarung adalah Akhmad Dahlan (Kepala Bakesbangpol), Alfi Nurhidayat (Kepala Dinas Pendidikan), Arief As Siddiq (Kepala Disperkim), Bangun Yulianto (Kepala Bappelitbangda), Endro Wahjudi (Inspektur), dan Mohammad Nur Adhim (Kepala Bapenda).
Prosesi adu taji ini didampingi langsung Pj Sekda Kota Batu Eko Suhartono. Para kandidat dipaksa melewati tujuh tahapan pengujian maraton yang menguras energi dan intelektualitas. Ujian dibuka dengan analisis kasus selama 90 menit untuk membedah problem manajerial daerah.
BACA JUGA: Review Film Crocodile Tears: Relasi Toxic Hubungan Ibu dan Anak yang Dibalut Metafora Buaya
Tahapan berlanjut pada simulasi bidang selama 45 menit, serta tes intelektual dan potensi yang berlangsung selama dua jam penuh. “Seluruh kandidat juga mengikuti wawancara mendalam untuk mengonfirmasi hasil analisis kasus dan kompetensi manajerial mereka,” ujar Eko.
Aspek kepemimpinan para calon jenderal birokrasi ini diuji melalui Leaderless Group Discussion (LGD). Dalam sesi ini, asesor memantau ketat karakter asli kandidat dalam berkoordinasi dan mengambil keputusan di bawah tekanan. Eko mewanti-wanti peserta agar tidak meremehkan urusan teknis, termasuk kesiapan makalah yang akan diuji pada tahap gagasan 18 Mei mendatang.
BACA JUGA: Waroeng Bamboe Lesehan Sidomulyo Tawarkan Sensasi Bersantap di Atas Kolam Ikan
Sementara itu, isu mengenai pengondisian atau titipan jabatan di balik layar ditepis keras oleh pihak eksekutif. Penunjukan BKD Provinsi Jawa Timur sebagai tim asesor profesional diklaim sebagai jaminan bahwa proses ini steril dari kepentingan politik lokal di Kota Batu.
“Penilaian sepenuhnya berada di tangan tim Pansel dan asesor profesional. Sistemnya sudah terstandar, sehingga tidak ada ruang untuk intervensi,” tegas Eko. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan