MALANG KOTA, RADAR BATU - Setelah sempat langka di awal April, pasokan elpiji 3 kilogram di Kota Malang kembali normal sejak pertengahan bulan ini. Kondisi itu terpantau di sejumlah titik distribusi, termasuk Pasar Tawangmangu, Kecamatan Lowokwaru Kamis lalu (23/4).
Tumpukan tabung hijau berisi kini kembali mudah dijumpai. Aktivitas jual beli berlangsung tanpa antrean panjang seperti sebelumnya. Pasokan dinilai sudah stabil. Iwan, salah satu agen menyebut distribusi dari distributor kembali lancar. Pasokan datang rutin setiap hari.
“Sekarang sudah normal. Setiap hari masuk sekitar 100 sampai 120 tabung,” ujarnya. Ia memastikan harga di tingkat agen tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp18 ribu. Tidak ada kenaikan sejak pasokan kembali stabil.
Hal serupa dirasakan pedagang kecil. Muhammad, penjual gorengan di kawasan yang sama mengaku tidak lagi kesulitan mendapatkan LPG. “Sekarang mudah dicari. Harganya sekitar Rp20 ribu di eceran,” katanya.
Meski selisih harga masih terjadi di tingkat pengecer, ketersediaan barang sudah tidak menjadi persoalan. Distribusi yang kembali lancar menjadi faktor utama. Saat pasokan energi mulai stabil, pelaku usaha justru menghadapi tekanan baru.
Kenaikan harga minyak goreng dan kantong plastik mulai membebani biaya produksi. Kondisi ini menunjukkan persoalan rantai pasok belum sepenuhnya selesai. Stabilitas satu komoditas belum otomatis meredakan tekanan di sektor lain.
Editor : Fajar Andre Setiawan