Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Pakar Sebut Lemahnya Interaksi Sosial Picu Krisis Kesehatan Mental

Fajar Andre Setiawan • Minggu, 5 April 2026 | 17:31 WIB
EVAKUASI: Proses evakuasi salah seorang mahasiswa yang bunuh diri beberapa waktu lalu. NAHDIATUL AFFANDIAH/RADAR MALANG
EVAKUASI: Proses evakuasi salah seorang mahasiswa yang bunuh diri beberapa waktu lalu. NAHDIATUL AFFANDIAH/RADAR MALANG

 

MALANG KOTA - Isu kesehatan mental di kalangan mahasiswa Kota Malang kian menjadi perhatian. Dalam beberapa waktu terakhir, muncul sejumlah kasus yang mengindikasikan meningkatnya tekanan psikologis pada usia muda. Minimnya interaksi sosial di lingkungan urban disebut sebagai salah satu faktor yang memperparah kondisi tersebut.

Akademisi Bidang Pendidikan Universitas Bina Nusantara Malang Romanus menilai memudarnya ikatan sosial menjadi fenomena yang semakin nyata di kalangan mahasiswa. Meski hidup di tengah keramaian kota, banyak individu justru mengalami kesepian secara emosional.

“Relasi sosial yang dangkal membuat seseorang kesulitan berbagi beban pikiran, bahkan dengan lingkungan terdekat seperti tetangga kos,” ujarnya. Kondisi ini dinilai berpotensi memperburuk tekanan mental, terutama ketika mahasiswa menghadapi beban akademik seperti tugas akhir atau skripsi yang tersendat.

Tanpa ruang aman untuk bercerita, persoalan yang seharusnya bisa dibagi justru dipendam sendiri. Romanus menekankan pentingnya peran lingkungan terdekat dalam membangun sistem dukungan sosial. Mulai dari RT, RW, hingga pemilik rumah kos, dinilai memiliki posisi strategis dalam menciptakan ruang interaksi yang lebih hangat dan terbuka.

“Deteksi dini akan sulit dilakukan jika hubungan sosial hanya bersifat formalitas,” tegasnya.

Pendekatan nonformal di lingkungan tempat tinggal menjadi kunci. Interaksi sederhana, seperti menyapa atau membuka ruang komunikasi, dapat menjadi langkah awal membangun rasa aman bagi individu yang sedang mengalami tekanan.

Dengan penguatan jejaring sosial di tingkat komunitas, diharapkan potensi krisis kesehatan mental dapat ditekan. Upaya ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan mental, terutama di tengah kehidupan kota yang semakin individualistis. 

Editor : Fajar Andre Setiawan
#kesehatan mental #bunuh diri