Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Jalur Klemuk Kota Batu Tetap Makan Korban meski Telah Ditutup, Lima Laka Terjadi selama Sepekan Pascapenutupan

Fajar Andre Setiawan • Kamis, 15 Januari 2026 | 09:50 WIB
Ilustrasi Laka Lantas
Ilustrasi Laka Lantas

BATU - Penutupan Jalur Klemuk atau Jalan Raya Rajekwesi, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, belum sepenuhnya menghentikan kecelakaan lalu lintas. Dalam kurun sepekan pascapenutupan, terhitung sejak 29 Desember 2025, sedikitnya lima kecelakaan masih terjadi di jalur ekstrem tersebut.

Dari lima kejadian itu, dua kendaraan dilaporkan terperosok ke parit. Sementara tiga kecelakaan lainnya dipicu kondisi kendaraan yang tidak laik jalan serta pengendara yang tidak menguasai karakter medan. Meski demikian, seluruh peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Koordinator Relawan Klemuk Yes Yes (KYY), Suliyanton, menyebut sejumlah insiden yang berpotensi fatal berhasil dicegah berkat keberadaan jalur penyelamat. Jejak ban kendaraan yang tertahan gundukan pasir masih terlihat jelas di lokasi. “Artinya jalur penyelamat masih berfungsi. Tapi kondisinya perlu diperkuat,” ujar Suliyanton.

Grafis Faktor Laka Lantas di Jalur Klemuk
Grafis Faktor Laka Lantas di Jalur Klemuk

Menurutnya, dua kecelakaan yang berujung kendaraan masuk parit melibatkan pengendara dari luar Kota Batu. Mereka diduga hanya mengikuti petunjuk aplikasi navigasi tanpa memahami karakteristik Jalur Klemuk yang memiliki turunan curam dan tikungan tajam.

Sejak penutupan, kendaraan besar dan angkutan berat sudah tidak terlihat melintas.

Kondisi tersebut dinilai mampu menekan risiko kecelakaan berskala besar. Namun, kecelakaan kendaraan kecil tetap terjadi karena faktor teknis dan perilaku pengendara.

Jalur Klemuk sendiri memiliki rekam jejak panjang kecelakaan lalu lintas. Insiden fatal pada 2017 yang menewaskan warga Songgokerto menjadi titik awal pembatasan kendaraan besar.

Portal pembatas sempat dipasang, tapi dirusak oknum pada 2020. Sehingga, akses kembali terbuka dan pengawasan melemah. Upaya mitigasi kemudian dilakukan dengan pembangunan jalur penyelamat pada 2022. Namun, dalam rentang 2022 hingga 2025, kecelakaan tetap berulang.

Kondisi tersebut akhirnya mendorong penutupan kembali jalur pada akhir 2025 hingga awal 2026. Berdasarkan catatan relawan, terdapat tiga faktor dominan penyebab kecelakaan di Jalur Klemuk. Pertama, kendaraan tidak laik jalan, terutama kasus rem blong. Kedua, pengendara yang tidak menguasai medan, khususnya pengguna luar daerah.

Ketiga, keterbatasan infrastruktur pendukung di jalur ekstrem. Keluhan terhadap kondisi jalan masih kerap muncul. Sejumlah titik berlubang, terutama saat musim hujan, dinilai memperbesar risiko kecelakaan. Lampu penerangan jalan umum (PJU) di beberapa titik juga dilaporkan mati.

“Beberapa PJU memang tidak berfungsi, meski secara umum masih relatif aman,” ujar Suliyanton yang akrab disapa Anton. Masalah lain yang dinilai krusial yakni minimnya material pasir pada jalur penyelamat.

Baca Juga: Rentetan Kecelakaan Kendaraan Besar Awal 2025, Ramp Check di Kota Batu Diperketat

Kondisi tersebut mengurangi daya cengkeram saat kendaraan membutuhkan perlambatan darurat. “Kalau masih ada kendaraan yang masuk jalur penyelamat, berarti pasirnya harus ditambah agar fungsinya optimal,” tegasnya.

Relawan lain, Susilo, menambahkan kerusakan jalan di Jalur Klemuk lebih cepat terjadi saat musim hujan. “Saat musim hujan, kerusakan bisa muncul satu sampai dua bulan sekali. Kalau kemarau, tiga sampai empat bulan relatif aman,” jelasnya.

Pantauan langsung Wali Kota Batu Nurrochman pada 29 Desember 2025 lalu juga menemukan sejumlah titik rawan. Temuan tersebut meliputi kondisi portal yang belum layak, kebutuhan penambahan pasir jalur penyelamat, perbaikan dan penambahan PJU, serta perbaikan jalan berlubang.

“Ada pekerjaan jangka pendek yang segera dieksekusi, dan pekerjaan jangka panjang yang memerlukan kajian mendalam,” ujar Nurrochman. Sejumlah langkah cepat seperti pemasangan rambu peringatan dan box culvert penutup jalan telah dilakukan. Sementara kebijakan pemblokiran jalur dari sistem navigasi serta proyek fisik lanjutan masih proses. (dia/dre)

Editor : Aditya Novrian
#jalur klemuk #kota batu #pju #laka lantas