Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Waspada Cuaca Ekstrem di Kota Batu hingga 5 Hari Ke Depan

Fajar Andre Setiawan • Senin, 5 Januari 2026 | 10:59 WIB
DITERJANG LONGSOR: Dinding pelengseng teknis longsor di Desa Sumberbrantas Kota Batu pasca diguyur hujan lebat saat malam pergantian tahun baru dini hari lalu.
DITERJANG LONGSOR: Dinding pelengseng teknis longsor di Desa Sumberbrantas Kota Batu pasca diguyur hujan lebat saat malam pergantian tahun baru dini hari lalu.

BATU - Mengawali tahun 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu mengimbau masyarakat dan wisatawan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Sebab, cuaca ekstrem diprediksi masih akan berlangsung hingga 10 Januari mendatang.

Hal itu berpotensi memicu bencana hidrometeorologi. Mulai dari hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, banjir ringan sampai banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD, Gatot Nugraha, menjelaskan fenomena ini dipicu gangguan dinamika atmosfer.

Di antaranya Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby, serta gangguan atmosfer frekuensi rendah yang melintasi wilayah Jawa Timur. Itu sekaligus berdampak langsung terhadap kondisi iklim Kota Batu. “Gangguan atmosfer meningkatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dalam beberapa hari ke depan,” ujar Gatot.

Menurutnya, wilayah yang paling rawan terdampak berada di Kecamatan Bumiaji. Pasalnya, kawasan tersebut memiliki banyak aktivitas permukiman di lereng, tebing, dan bantaran sungai. Itu membuat area tersebut rentan banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Kerentanannya bahkan sudah terlihat beberapa kejadian terakhir.

Pada 31 Desember 2025 pukul 23.30 WIB, hujan deras mengguyur Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, hingga memicu longsor. Sebuah dinding plengsengan ambrol, menyebabkan sebagian bangunan rumah dan kandang milik warga rusak. Sementara, potensi dampak cuaca ekstrem di Kecamatan Batu dan Junrejo relatif lebih ringan.

Meski demikian, kedua wilayah tersebut tetap berpeluang mengalami kejadian seperti pohon tumbang dan angin kencang, serta genangan air saat hujan lebat. Sebagai langkah mitigasi, BPBD meminta masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan mandiri. Warga diimbau memeriksa kondisi atap rumah dan saluran drainase.

Selain itu, warga jug diminta mengamankan barang-barang berharga dan menghindari aktivitas di lokasi rawan bencana. “Masyarakat sebaiknya menjauhi area dengan baliho besar, pohon tinggi, dan tebing rawan longsor. Jika terjadi genangan, hindari melintas demi keselamatan diri dan kendaraan,” pungkasnya. (ori/dre)

Editor : Aditya Novrian
#MJO #rawan longsor #kota batu #BPBD