Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Cuaca Ekstrem, Dua Kios di Coban Talun Desa Tulungrejo Ambruk Diterjang Longsor

Fajar Andre Setiawan • Rabu, 5 November 2025 | 17:14 WIB
AMBRUK: Beberapa kios di kawasan wisata Coban Talun rusak usai diterjang tanah longsor pada Senin (3/11).
AMBRUK: Beberapa kios di kawasan wisata Coban Talun rusak usai diterjang tanah longsor pada Senin (3/11).

BUMIAJI – Hujan lebat pada Senin lalu (3/11) memicu tanah longsor di lereng jalan kawasan Wisata Coban Talun, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Material longsor menerjang dua kios warung di tepi air terjun sehingga ambruk total. Beruntung tidak ada korban jiwa.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 17.00. Curah hujan tinggi sepanjang hari membuat tanah jenuh dan kehilangan daya dukung. Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Suwoko, menyatakan tim Pusdalops segera melakukan asesmen, evakuasi, dan pembersihan material.

Pembersihan material dilakukan bersama relawan dan Perhutani. “Kami perkirakan longsoran terjadi pada lereng sepanjang 20 meter, lebar 5 meter, dan ketinggian 100 meter. Material longsor didominasi tanah dan rumpun vegetasi,” kata Suwoko.

Dua kios yang ambruk milik Junawi dan Edi Santoso. Kios tersebut bersifat semi permanen dengan struktur kayu, bambu, dan seng tipis. Sehingga, bangunan mudah roboh ketika diterjang material longsor. Akibatnya, akses jalan menuju objek wisata sempat ditutup.

Dia mengaku telah menyalurkan bantuan logistik darurat dan memasang safety line untuk mengamankan area. “Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan menunda kunjungan ke objek wisata alam sampai kondisi dinyatakan aman,” ujar Suwoko.

Pengelola Wisata Coban Talun, Samsul Hadi menambahkan longsor terjadi setelah jam operasional berakhir. Objek wisata tersebut tutup pukul 16.00. Sehingga saat kejadian area relatif sepi pengunjung. “Belum ada keputusan kapan objek wisata dibuka lagi,” tandasnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca ekstrem akan berlangsung hingga hari ini (5/11). Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat disertai petir, angin kencang, banjir, dan tanah longsor.

Staf Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Andang Kurniawan menjelaskan fenomena itu dipicu pembentukan awan kumulonimbus skala besar yang didorong gangguan gelombang atmosfer.

“Angin kencang yang terjadi di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang pada 1 November lalu tercatat lebih dari 70 kilometer per jam. Sistem angin seperti ini bersifat sangat lokal dan sulit diprediksi secara presisi,” ujarnya.

Andang menambahkan sebagian Jawa Timur masih memasuki masa pancaroba. Sementara sebagian lain sudah mulai musim hujan. Kombinasi Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby, dan temperatur muka laut yang hangat di sekitar Selat Madura memperkuat potensi pembentukan awan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Karakter cuaca lokal inilah yang membuat wilayah pegunungan dan daerah berlereng seperti sebagian kawasan Kota Batu lebih rentan terhadap dampak turunan cuaca ekstrem. Antara lain tanah longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang. Andang menyarankan warga memantau informasi cuaca resmi secara berkala dan menyiapkan langkah mitigasi. (ori/dia/dre)

Editor : A. Nugroho
#MJO #bmkg #kota batu #BPBD