Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Gaza Semakin Krisis, 22 Negara Tuntut Israel Hentikan Blokade dan Izinkan Bantuan Masuk

A. Nugroho • Selasa, 20 Mei 2025 | 17:35 WIB

Gaza semakin krisis makanan setelah Israel memblokade total jalur masuk bantuan. (Newsweek)
Gaza semakin krisis makanan setelah Israel memblokade total jalur masuk bantuan. (Newsweek)

BATU - Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza terus memburuk secara signifikan akibat blokade ketat yang diberlakukan Israel sejak awal Maret 2025.

Blokade ini telah menyebabkan lebih dari 2,4 juta penduduk Gaza mengalami kekurangan bahan pangan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya.

Organisasi PBB dan badan kemanusiaan internasional memperingatkan bahwa jika blokade tidak segera dicabut, wilayah ini akan menghadapi bencana kelaparan yang meluas dan krisis kesehatan yang serius.

Baca Juga: Ratusan Tokoh Film Internasional Desak Negara Besar Suarakan Krisis Kemanusiaan di Gaza

Menanggapi kondisi yang semakin genting, 22 negara donor utama dunia, termasuk Inggris, Prancis, Jerman, Australia, Kanada, Jepang, dan Selandia Baru, secara resmi mengeluarkan pernyataan bersama yang mendesak Israel untuk segera mengakhiri blokade dan membuka akses penuh bagi bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Dalam pernyataan tersebut, para menteri luar negeri negara-negara ini menegaskan bahwa meskipun ada indikasi dimulainya kembali pengiriman bantuan secara terbatas, Israel telah memblokir masuknya bantuan kemanusiaan selama lebih dari dua bulan.

Baca Juga: Pemerintah Israel Dilaporkan Setujui Penjajahan Paksa Wilayah Gaza

Mereka menyoroti bahwa persediaan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya telah menipis drastis, sehingga penduduk Gaza menghadapi risiko kelaparan dan krisis kesehatan yang mengancam nyawa.

Tekanan internasional semakin meningkat setelah Israel hanya mengizinkan sembilan truk bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza, jumlah yang dinilai oleh PBB sebagai sangat tidak memadai mengingat kebutuhan yang sangat besar di wilayah tersebut.

Baca Juga: Krisis Gaza: Komunitas Internasional Serukan Gencatan Senjata dan Pembukaan Akses Bantuan Kemanusiaan

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengakui bahwa tekanan dari sekutu utama, termasuk Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, memaksa Israel untuk mempertimbangkan kembali kebijakan blokade demi menjaga dukungan internasional di tengah laporan kelaparan dan penderitaan warga Gaza.

Selain itu, negara-negara penandatangan pernyataan bersama menolak rencana Israel untuk mengambil alih distribusi bantuan yang selama ini dikelola oleh organisasi internasional, karena hal tersebut dapat menghambat transparansi dan efektivitas penyaluran bantuan.

Baca Juga: Mortir Sisa Perang Dunia 2 Gegerkan Warga Ngabab, Pujon  

Mereka juga memperingatkan kemungkinan penerapan sanksi jika Israel tidak segera menghentikan blokade dan menghormati hak-hak kemanusiaan warga Gaza.

Dengan situasi yang semakin memburuk, dunia internasional menuntut tindakan cepat dan nyata dari Israel agar akses bantuan kemanusiaan dapat dibuka tanpa hambatan.

Langkah ini dianggap sangat penting untuk menyelamatkan jutaan nyawa yang kini terancam akibat krisis kelaparan dan kekurangan kebutuhan dasar di Gaza.

Kondisi ini menjadi ujian besar bagi komunitas internasional dalam menegakkan prinsip kemanusiaan dan menjaga perdamaian di wilayah yang selama ini menjadi pusat konflik. (Tiwi)

Editor : A. Nugroho
#gaza #blokade akses makanan #palestina - israel #blokade akses jalan #bantuan gaza