BATU - Bencana tanah longsor tahun ini menurun signifikan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu mencatat hanya ada 39 bencana alam tanah longsor sepanjang tahun ini.
Sementara, tahun lalu kasusnya mencapai 73 kejadian.
Itu artinya, penurunannya nyaris menyentuh 100 persen.
Kepala BPBD Kota Batu Agung Sedayu mengatakan penurunan angka kejadian tanah longsor itu berkat upaya mitigasi yang telah dilakukan.
Seperti pemasangan early warning system (EWS) di 12 titik rawan longsor.
Alat tersebut dinilai efektif menekan kerugian akibat bencana.
“Mayoritas titik rawan ada di kawasan Kecamatan Bumiaji,” terangnya.
Sebab, wilayahnya berada di area pegunungan. Terutama di Desa Sumberbrantas, Desa Gunungsari, dan Desa Tulungrejo.
Selain itu, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu juga masuk dalam kategori rawan longsor.
“Melalui EWS itu kami bisa mendeteksi beberapa jam sebelum kejadian. Jadi kami bisa evakuasi dulu,” bebernya.
Dengan begitu potensi jatuhnya korban jiwa dan kerugian materiil yang lebih besar bisa ditekan.
Agung mengaku terus melakukan pengawasan sejumlah titik rawan longsor. Baik pemantauan jarak jauh dan patroli secara langsung.
“Ke depan kami terus kuatkan upaya mitigasi. Saat ini pengajuan penambahan EWS sedang dilakukan,” pungkasnya. (ori/dre)
Editor : Aditya Novrian