BATU - Nasib nahas menimpa Antareza Widhi Saputra.
Remaja laki-laki berusia 14 tahun itu ditemukan tewas di selokan tepi sawah Dusun Sumbersari, Desa Pagersari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang kemarin (1/9) sekitar pukul 07.30.
Ia ditemukan tengkurap di dalam selokan dengan hidung mengeluarkan busa.
Jasad Antareza pertama kali ditemukan Arik Setyo warga sekitar.
Pria berusia 27 tahun itu mengaku menemukan jasad remaja asal Blitar itu ketika akan menuju sawah.
Kegiatan itu rutin ia lakukan setiap pagi.
Tujuannya untuk melakukan pengairan di sana.
Arik sontak kaget ketika melihat sepeda motor honda supra bernopol AG 6094 PAW tergeletak di dekat selokan sawah miliknya.
Seketika ia mengira motor tersebut baru saja mengalami kecelakaan. Sebab, dibeberapa bagian motor tampak hancur.
Terutama di bagian body motornya.
Dirinya lantas mencari keberadaan pemilik motor tersebut di sekitar lokasi.
Benar saja korban ditemukan tak jauh di motor tersebut.
Antareza ditemukan dalam posisi tengkurap. Sebagian besar wajahnya tenggelam dalam lumpur dan air.
Antareza saat itu mengenakan setelan kaos dan celana berwarna hitam.
“Setelah itu saya langsung panggil warga dan lapor ke perangkat desa,” ungkapnya.
Kasi Humas Polres Batu Ipda Trimo mengatakan korban langsung dievakuasi ke Balai Pengobatan Kusuma Husada Ngantang.
Pihaknya menyampaikan dari hasil pemeriksaan korban diduga mengalami kecelakaan tunggal.
“Kalau dari luka yang ada di tubuh korban dan kondisi sepeda motornya diduga kuat kecelakaan tunggal,” tegasnya.
Lebih lanjut Trimo menyampaikan korban merupakan warga Dusun Sukosewu, Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.
Setelah proses pemeriksaan usai, korban langsung dibawa ke rumah duka di kediamannya. (aff/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana