KEPANJEN - Musim panas yang cukup panjang berpengaruh terhadap penurunan kasus bencana alam di Kabupaten Malang.
Salah satunya dengan menurun bencana alam tanah longsor yang biasanya mengiringi musim hujan Kabupaten Malang.
Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, sepanjang tahun 2023, tercatat 68 kejadian bencana alam tanah longsor.
Sementara di tahun 2022 sebanyak 94 tanah longsor.
Dari jumlah tersebut, ada penurunan sekitar 27 persen.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, di tahun 2022 terjadi fenomena La Nina.
Hal itu menjadi salah satu faktor yang menyebabkan musibah tanah longsor lebih sering terjadi pada tahun 2022.
Berkebalikan dengan tahun 2023 dengan adanya El Nino yang menyebabkan musim panas lebih panjang.
Di tahun 2023, fenomena tanah longsor terjadi antara bulan Januari sampai Juli.
Tertinggi terjadi di bulan Februari.
“Ada 23 kejadian tanah longsor,” tuturnya.
Pada tahun 2023, kejadian tanah longsor juga memakan korban jiwa.
Yakni kejadian di Kecamatan Ampelgading.
“Satu meninggal dan dua luka berat,” katanya.
Dua orang yang terluka pun menurutnya sudah tertangani hingga sembuh.
Sementara kejadian pada awal Juli tahun 2023 berlangsung malam hari dan korban tengah berada di rumah.
Kejadian dipicu oleh hujan dan berujung longsoran menimpa rumah tersebut. (iza/nay)
Editor : Yudistira Satya Wira WicaksanaSumber : Radar Batu